Shiokuda2.com Adalah Situs Bandar Togel Online Pilihan Terpercaya dan Teraman. Web Togel Online Pilihan, Terbaik, Teraman, Terpopuler, dan Terpercaya, Keluaran Nomor Togel Singapura, Hongkong, Sydney, Melbourne, Ukraine, Incheon, Sierraleone, Honduras, Parma. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pendaftaran Togel Online Terbaik, Teraman, Terpopuler, Terpercaya, Daftar Sekarang Di BO Shiokuda2.com Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda2.com Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian 5% Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.com Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.Saldokuda2.com(Versi PC) www.Saldokuda2.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Selasa, 28 September 2021

Habisi Nyawa Julia di Dalam Mobil, Rendi Ungkap Pengakuan 2 Kali Didatangi Korban : Saat Tidur

 


Angkakuda -- Pelaku pembunuhan Juwanah alias Julia mengurai rasa penyesalan.Perempuan muda berusia 25 tahun itu tewas setelah sempat berduel dengan Rendi, lelaki yang menikamnya menggunakan senjata tajam.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di Samarinda.Pelaku Rendi sempat menghilang hingga akhirnya ditangkap Unit Jatanras Satreskrim Macan Borneo Polresta Samarinda.

Saat tertangkap, Rendi diinterogasi dan mengaku membunuh Juwanah bersama orang lain, yang kenyataannya dialah pelaku tunggal dalam kasus ini.Rendi yang sempat beberapa kali berkelit pada kepolisian dalam mengungkap kasus ini, akhirnya mengakui seluruh perbuatannya dan menunjukkan lokasi dimana dia meninggalkan jasad Juwanah pada Jumat (24/9/2021) dini hari.

"Setelah ketemu, akhirnya jasad tersebut di evakuasi Unit Inafis dan dilakukan autopsi," ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena, Senin (27/9/2021).Kini, Rendi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini terancam hukuman penjara seumur hidup akibat perbuatannya.

"Pasal yang diterapkan yakni Pasal 340 KUHP dan 365 KUHP Subsider 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup," pungkas Kompol Andika Dharma Sena.Usai diamankan polisi, pelaku Rendi mengaku di datangi sosok korban.

Terhitung dua kali saat pelaku Rendi tengah tertidur, dia merasa Juwanah mendatanginya.Perasaan tak biasa ini dirasakannya, lantaran meninggalkan begitu saja jasad perempuan cantik ini di kawasan Jongkang, Jalan Eks Projakal, Kelurahan Loa Lepu, Kilometer 8, Jalan Trans Samarinda-Kutai Kartanegara.

Hingga akhirnya pelaku Rendi sendiri yang menunjukkan kepada pihak kepolisian pada Jumat (24/9/2021) dini hari sekira pukul 03.00 WITA saat dia sudah tertangkap."Pernah (merasa) didatangi dua kali dirumah saat saya tidur," ucap Rendi memberi pengakuan.




Dia juga sempat mengutarakan permohonan maaf atas perbuatan keji yang sudah dia lakukan terhadap Juwanah dihadapan awak media.
"Saya menyesal, saya sampaikan mohon maaf atas segala yang telah saya perbuat," ungkap pelaku Rendi dibalik penutup wajah berwarna hitam.

Sementara Rendi saat kembali dimintai keterangan nekat melakukan pembunuhan terhadap rekan kerjanya karena memang akan menguasai harta benda korban dan tega membunuh karena kebutuhan ekonomi."Saya tidak naksir korban tapi hanya karena kebutuhan ekonomi saja," sebutnya.

Juwanah diakui Rendi bekerja di perusahaan yang sama dengannya pada tahun 2018."Duluan saya masuk sebelum dia (Juwanah)," ucapnya.

Korban Juwana alias Julia sempat melawan sebelum tewas terbunuh.Bahkan, korban sempat berduel dengan pelaku di dalam mobil.

Pelaku Rendi diketahui melakukan aksi pembunuhan berencana dan pencurian hingga menyebabkan hilangnya nyawa korban.Juwanah memberontak ketika pelaku Rendi yang tak lain seorang sopir di perusahaan tempat korban bekerja, mencoba memiting untuk menghujamkan pisau.



Hingga Juwanah menendang kaca depan pintu mobil yang kemudian retak."Sarana yang digunakan itu adalah mobil perusahaan yang sudah kami jadikan barang bukti juga. Korban sempat memberikan perlawanan dengan cara menendang (namun terkena kaca depan mobil)," beber Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Waka Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto, Senin (27/9/2021).

Sementara pelaku saat ditanya apa alasannya kepada pihak perusahaan tempatnya bekerja setelah melihat kaca depan mobil yang retak, mengaku bahwa terkena serpihan atau pecahan batu.Alasan tersebut diakui pelaku Rendi untuk mengelabui pihak perusahaan agar aksi jahatnya tidak diketahui.

"Ya jadi saya bilang saat ditanya (pimpinan), kalau itu (kaca mobil yang retak) kena pecahan batu saat mengemudi," ujar pelaku Rendi.





Tidak ada komentar: