Shiokuda2.com Adalah Situs Bandar Togel Online Pilihan Terpercaya dan Teraman. Web Togel Online Pilihan, Terbaik, Teraman, Terpopuler, dan Terpercaya, Keluaran Nomor Togel Singapura, Hongkong, Sydney, Melbourne, Ukraine, Incheon, Sierraleone, Honduras, Parma. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pendaftaran Togel Online Terbaik, Teraman, Terpopuler, Terpercaya, Daftar Sekarang Di BO Shiokuda2.com Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda2.com Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian 5% Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.com Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.Saldokuda2.com(Versi PC) www.Saldokuda2.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Senin, 17 Mei 2021

Guru Ngaji Empat Kali Cabuli Murid di Masjid Bekasi


Angkakuda--  Seorang guru mengaji yang juga marbut masjid bernama Ujang Beni Ambari diduga melakukan aksi pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 15 tahun. Polisi kini mulai menyelidiki kasus tersebut.

Guru ngaji itu disebut telah empat kali melakukan aksi bejatnya di kamar marbut di dalam sebuah masjid yang berlokasi di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

"Ujang sebagai marbut dan pengajar ngaji, [korban] dijemput dan langsung [diantar] ke masjid," kata Kanit Reskrim Polsek Setu Iptu Kukuh Setio Utomo saat dihubungi.

Peristiwa itu terjadi pada 11 Mei lalu sekitar pukul 00.00 WIB. Saat di perjalanan, korban diiming-imingi diberikan mukena dan uang sebesar Rp400 ribu.

Setibanya di masjid, pelaku langsung membawa korban ke dalam kamar marbut yang ada di dalam masjid tersebut.

"Pencabulan terjadi] di dalam masjid ada kamar, samping mimbar," ucap Kukuh.

Aksi pelaku mulai terbongkar saat korban pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, kakak korban mendapati adiknya pulang tanpa menggunakan pakaian dalam.

Mendengar penuturan dari adiknya, kakak korban langsung melaporkan aksi pencabulan pelaku ke kepolisian. Dari laporan itu, kata Kukuh, polisi lantas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku.

"[Dari pemeriksaan terungkap] 5 kali eksekusi, 4 kali di kamar dalam masjid, 1 kali di kebon," ucap Kukuh.

Dalam aksinya itu, diungkapkan Kukuh, pelaku sempat mengancam korban jika menolak keinginan pelaku.

Kukuh menyebut aksi pencabulan itu membuat korban mengalami depresi. Bahkan, korban langsung menangis jika ditanya ihwal peristiwa yang dialaminya.

"Saya kan hubungi kakaknya sebagai pelapor, [korban] masih depresi, kalau ditanya sering nangis," ujarnya.



























                                                 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar