Shiokuda2.com Adalah Situs Bandar Togel Online Pilihan Terpercaya dan Teraman. Web Togel Online Pilihan, Terbaik, Teraman, Terpopuler, dan Terpercaya, Keluaran Nomor Togel Singapura, Hongkong, Sydney, Melbourne, Ukraine, Incheon, Sierraleone, Honduras, Parma. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pendaftaran Togel Online Terbaik, Teraman, Terpopuler, Terpercaya, Daftar Sekarang Di BO Shiokuda2.com Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda2.com Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian 5% Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.com Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.Saldokuda2.com(Versi PC) www.Saldokuda2.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Minggu, 19 Januari 2020

Pohon Menangis di Belakang Rumah


      Pohon menangis di Jember (Foto: Yakub Mulyono/detikcom)           
AngkaKuda-  Beberapa hari terakhir, warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, dihebohkan pohon menangis. Namun bagi keluarga pemilik pohon menangis, mereka sudah sering mendengar suara tangisan dari pohon itu sejak 5 tahun lalu.

"Kalau dari kami ya sudah sekitar 5 tahunan," kata salah satu pihak keluarga, Bardi, Minggu (19/1/2020).

Menurut Bardi, keluarganya sering mendengar suara tangisan dari pohon saat berada di dapur. Sebab pohon akasia yang dipercaya mengeluarkan tangis itu berada di belakang rumah.

"Awal-awal dulu ya sempat ketakutan. Apalagi kalau suaranya muncul malam hari," kenang Bardi.

Pihak keluarga juga sempat menelusuri sumber suara. Dari situlah akhirnya diketahui kalau sumbernya dari pohon akasia yang berada di belakang rumah.

"Waktu itu suaranya keras. Jadi nggak perlu telinga ditempelkan ke batang pohon. Tapi suaranya dari bagian atas pohon," kata Bardi.

Pihak keluarga pun akhirnya membiarkan dan mencoba membiasakan kondisi mendengar pohon menangis tersebut. Apalagi mereka merasa tidak terganggu.

"Kan suaranya kadang-kadang aja terdengar, nggak terus menerus. Akhirnya kami biarkan saja," terang Bardi.

Hingga pada beberapa hari lalu, salah satu cucunya lari ketakutan saat mendengar suara dari pohon saat bermain di belakang rumah. Sang cucu juga menceritakan hal itu ke teman-temannya.

"Dia cerita ke teman-temannya. Akhirnya ramai. Apalagi kemudian ada yang datang dan memang mendengar sendiri, akhirnya tambah ramai," ujar Bardi.

"Kemudian ada yang menyebarkan melalui medsos dan masuk berita. Ya makin banyak orang yang datang," pungkasnya.