Shiokuda2.com Adalah Situs Bandar Togel Online Pilihan Terpercaya dan Teraman. Web Togel Online Pilihan, Terbaik, Teraman, Terpopuler, dan Terpercaya, Keluaran Nomor Togel Singapura, Hongkong, Sydney, Melbourne, Ukraine, Incheon, Sierraleone, Honduras, Parma. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pendaftaran Togel Online Terbaik, Teraman, Terpopuler, Terpercaya, Daftar Sekarang Di BO Shiokuda2.com Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda2.com Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.com Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.nilabakar.com(Versi PC) www.nilabakar.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Jumat, 02 Agustus 2019

BMKG Tegaskan Kabut Asap di Malaysia Bukan dari Riau


BMKG Tegaskan Kabut Asap di Malaysia Bukan dari Riau

Angkakuda - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Riau menyatakan bencana kabut asap di Malaysia bukan berasal dari Riau. Pernyataan ini menepis kabar kabut asap yang terjadi di Negeri Jiran tersebut berasal dari Riau.

"Berdasarkan analisa yang kami buat, asap dari kita tidak sampai ke Malaysia dan Singapura," ungkap Kepala BMKG Pekanbaru, Sukisno Jumat (2/8/2019).
Sukisno tak menampik erdasarkan arah mata angin, memang jika arahnya ke Malaysia.

Namun karena kondisi asap Riau belum begitu parah, asap hanya sampai Selat Malaka yang masih berada di Perairan Indonesia."Asap hanya berada di Pesisir Riau dan juga ada terpatau di Selat Malaka bagian utara, tetapi tidak menyeberang ke Malaysia. Sekarang memang ada asap tadi tidak separah 2014 dan 2015," ujarnya.


Menegenai kabut asap di Malaysia, Sukisno tidak mau berkomentar banyak."Saya tidak punya data banyak tetang asap di sana (Malaysia). Bisa saja disana ada hot spot (kebakaran) juga di sana, saya kurang tau," tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa di Riau sudah mengalami musim kering sejak Juli 2019 dan kemungkinan sampai Oktober 2019. Untuk itu diminta semua waspada dengan Karhutla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar