BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

LIVEDRAW PASARAN

DAFTAR PASARAN
LIVEDRAW MELBOURNE
LIVEDRAW MELBOURNE BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 13:30 WIB | BUKA: 14:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com
LIVEDRAW SYDNEY
LIVEDRAW SYDNEY BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 13:15 WIB | BUKA: 14:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com
LIVEDRAW SINGAPORE
LIVEDRAW SINGAPORE JUMAT&KAMIS LIBUR | TUTUP: 17:30 WIB | BUKA: 17:45 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.tunggangkuda.com
LIVEDRAW HONGKONG
LIVEDRAW HONGKONG BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 22:30 WIB | BUKA: 23:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com

Minggu, 07 Juli 2019

Operasi di Gaza, Pasukan Khusus Israel Tewas Ditembak Temannya Sendiri



Operasi di Gaza, Pasukan Khusus Israel Tewas Ditembak Temannya Sendiri


Angkakuda - Militer Tel Aviv mengungkap hasil penyelidikan tewasnya seorang perwira Pasukan Khusus Israel dalam operasi penyamaran yang gagal di Jalur Gaza November lalu. Menurut hasil penyelidikan, korban tewas oleh tembakan temannya sendiri atau insiden friendly fire.

Operasi yang gagal tersebut memicu pertempuran singkat di Gaza yang menewaskan tujuh militan Hamas, termasuk komandan batalyon timur Brigade Izzudin Al-Qassam, Nur Barakeh, di Khan Younis.

Jasad perwira Pasukan Khusus Israel ditemukan tak bernyawa oleh kelompok Hamas dan telah diserahkan kepada militer Israel sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran singkat kala itu.

Pengumuman hasil penyelidikan militer disampaikan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Aviv Kochavi.

Kochavi mengatakan operasi—yang rinciannya tetap menjadi rahasia—gagal mencapai tujuannya. Pemeriksaan yang cermat atas peristiwa-peristiwa itu mengungkapkan sejumlah kesalahan selama perencanaan dan pelaksanaan operasi.

Sebuah komite peninjau khusus yang dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut mencapai kesimpulan setelah penyelidikan yang panjang, dan hasilnya disampaikan kepada Kochavi, serta komandan dari Pasukan Khusus, Wakil Kepala Staf Umum, Kepala Direktorat Operasi, Kepala Direktorat Intelijen Militer, Komandan Angkatan Udara Israel, dan Kepala Komite Peninjau Staf Umum Mayor Jenderal (Purn) Nitzan Alon.

Menurut laporan itu, Letnan Kolonel M.—yang identitasnya tetap diklasifikasikan— terbunuh secara tidak sengaja, sebagai akibat dari insiden friendly fire.

Setelah insiden dan penyelidikan selanjutnya, Kepala Staf mengatakan tentara telah memodifikasi protokol operasionalnya sendiri untuk mencegah terulangnya kesalahan yang sama yang menyebabkan pertemuan pasukan rahasia saat masih berada di dalam Jalur Gaza.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang juga memegang portofolio pertahanan, memuji para prajurit yang terlibat dalam operasi rahasia, dan bersumpah bahwa pelajaran yang didapat dari insiden itu akan dilaksanakan.

"Pelajaran akan dipelajari dan rekomendasi akan dilaksanakan. Saya memuji keberanian para prajurit dan pilot yang beroperasi dalam kondisi yang sangat sulit, dan tindakan penyelamatan heroik. Atas nama warga Israel, saya ingin berdiri di dekat keluarga Letnan Kolonel M untuk kepahlawanan dan upayanya," katanya, seperti dikutip Israel National News, Senin (8/7/2019).

Pada malam 11 November, Pasukan Khusus Israel memasuki kota Khan Younis dalam misi pengumpulan data intelijen.

Menurut kelompok Hamas, pasukan tersebut berusaha memasang perangkat pendengaran di Khan Younis untuk menyadap komunikasi organisasi mereka. Militer Israel menolak untuk mengomentari klaim Hamas.

Operasi itu dipantau oleh kepala IDF saat itu Gadi Eisenkot, kepala Intelijen Militer Tamir Hayman dan kepala dinas keamanan Shin Bet Nadav Argaman.

Selama misi tersebut, para prajurit dihentikan dan diinterogasi oleh para agen Hamas karena mereka bertindak mencurigakan. Menurut media Arab, pasukan dilengkapi dengan dokumentasi palsu yang mengidentifikasi mereka sebagai orang Palestina.

Interogasi berlangsung sekitar 45 menit. "Pasukan itu mampu tetap berada di lapangan setelah mereka diekspose karena tindakan terpuji dari Letnan Kolonel M yang memimpin pasukan selama beberapa menit, setelah anak buahnya dianggap mencurigakan," kata Juru Bicara IDF Ronen Kata Manelis pada hari Minggu.

"Suatu ketika ada kondisi tertentu yang mengancam nyawa pasukan, komandan salah satu pasukan, Letnan Kolonel Aleph, menembaki sekelompok teroris Hamas," katanya.

Penyelidikan, yang diluncurkan tidak lama setelah operasi, menemukan bahwa Letnan Kolonel M terbunuh oleh tembakan Letnal Kolonel Aleph, dan perwira lain yang telah dikepung oleh operasi Hamas, juga terluka oleh tembakannya.

"Letnan Kolonel Aleph melepaskan tembakan, membunuh sejumlah teroris Hamas, dan sayangnya juga mengenai Letnan Kolonel M dengan tembakan melenceng," kata juru bicara IDF lainnya, seperti dikutip Times of Israel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar