BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

LIVEDRAW PASARAN

DAFTAR PASARAN
LIVEDRAW MELBOURNE
LIVEDRAW MELBOURNE BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 13:30 WIB | BUKA: 14:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com
LIVEDRAW SYDNEY
LIVEDRAW SYDNEY BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 13:15 WIB | BUKA: 14:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com
LIVEDRAW SINGAPORE
LIVEDRAW SINGAPORE JUMAT&KAMIS LIBUR | TUTUP: 17:30 WIB | BUKA: 17:45 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.tunggangkuda.com
LIVEDRAW HONGKONG
LIVEDRAW HONGKONG BUKA SETIAP HARI | TUTUP: 22:30 WIB | BUKA: 23:00 WIB | LINK ALTERNATIVE : www.kudadua.com

Rabu, 13 Maret 2019

Kristal Bening yang Menipu, Dikira Sabu Ternyata Batu





 Kristal Bening yang Menipu, Dikira Sabu Ternyata Batu Ilustrasi sabu



 Jakarta -Dua orang pembawa bawang di Parepare, Sulawesi Selatan, ditangkap karena diduga membawa sabu seberat 7 kg. Namun ternyata baru diketahui kristal bening yang disita merupakan zat asam atau tawas yang dalam bentuk batu. Rabu (13/3/2019), hal ini baru diketahui setelah hasil uji laboratorium dari Polda Sulsel keluar.

"Hasil pengujian barang bukti berbentuk kristal bening itu ternyata adalah tawas dan bukan sabu. Pengujian dilakukan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani di Makassar, yang dilansir dari Antara, Rabu (13/3/2019).


Dia mengatakan penangkapan dilakukan setelah Polres Nunukan menangkap dua orang beserta barang bukti sabu seberat 8 kg. Kedua pelaku diinterogasi dan mengatakan akan ada pesanan lain yang dikirim ke Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Polres Parepare lali melakukan penyelidikan dan menangkap dua orang pembawa bawang merah di tepi jalan Desa Uluale, Kecamatan Watang Pulu.

"Karena ada informasi demikian sehingga dilakukan pengecekan. Anggota langsung bergerak cepat dan berdasarkan informannya, ada paketan yang tercampur dengan bahan pangan sedang bergerak," kata Dicky.

Anggota yang tetap curiga sehingga pengiriman 7 paket tawas itu diduga sebagai bagian dari pengalihan.

Pada Senin (11/3), Kasat Narkoba Polres Sidrap AKP Badollahi mengatakan pihaknya berhasil menggagalkan peredaran 7 kilogram sabu dan mengamankan dua pelaku. Hal yang sama dilakukan anggota Polres Nunukan.

"Dua yang ditangkap di Sidrap dan dua yang ditangkap di Nunukan. Sementara ini masih dalam penyelidikan bersama dengan Polres Nunukan," Badollahi.

Diketahui, kasus serupa juga pernah terjadi beberapa kali di Sulsel. Pada Januari 2018, kasus benda disangka sabu juga pernah terjadi. Polres Sidrap menangani kasus diduga sabu yang beratnya 1 kg.

Benda itu diamankan dari oknum polisi yang bertugas di Polres Bone berpangkat brigadir berinisial SF. Barang bukti timbangan elektrik dan beberapa sachet kosong di mobilnya juga ikut diamankan. Namun, setelah diuji di laboratorium, barang tersebut bukan sabu, melainkan garam.

Peristiwa serupa pernah ditangani Polres Gowa, Sulsel, pada Oktober 2013. Polisi mengamankan istri Kapolres Halmahera Utara berinisial SV yang diduga berpesta sabu di Karetappa, Somba Opu.

Tim Satuan Narkoba Polres Gowa saat itu mengamankan 12 paket narkoba, 1 unit timbangan digital, dan 1 alat isap sabu. Namun belakangan, dari hasil uji laboratorium, 12 paket yang mulanya diduga sabu ternyata juga garam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar