Shiokuda2.com Adalah Situs Bandar Togel Online Pilihan Terpercaya dan Teraman. Web Togel Online Pilihan, Terbaik, Teraman, Terpopuler, dan Terpercaya, Keluaran Nomor Togel Singapura, Hongkong, Sydney, Melbourne, Ukraine, Incheon, Sierraleone, Honduras, Parma. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pendaftaran Togel Online Terbaik, Teraman, Terpopuler, Terpercaya, Daftar Sekarang Di BO Shiokuda2.com Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda2.com Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian 5% Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.com Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.Saldokuda2.com(Versi PC) www.Saldokuda2.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Senin, 18 Maret 2019

Kriminolog: Remaja Sekarang Cari Keberanian Ketimbang Kebijaksanaan

Duel ala Gladiator Tewaskan ABG


Kriminolog: Remaja Sekarang Cari Keberanian Ketimbang Kebijaksanaan
Foto: Ilustrasi


JAKARTA - Duel ala gladiator yang melibatkan dua anak di bawah umur di Kota Bogor hingga menyebabkan seorang tewas, menandakan banyak remaja sekarang ini yang belum bisa berpikir panjang dan kerap menghadapi tantangan secara frontal.

Mereka beranggapan duel adalah salah satu cara termudah untuk menunjukkan keberanian. "Keberanian di kalangan remaja seringkali lebih dihargai daripada kebijaksanaan. Jadi itulah yang mereka lakukan," ujar kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinand Andi Lolo, Senin (18/3/2019).

Dalam suatu kelompok, keberanian seseorang bisa menentukan posisi. Sebab dianggap dapat mendatangkan rasa hormat dan segan kepada pemiliknya. "Ini yang ada di pemikiran mereka sehingga mereka lakukan apa yang membuat mereka merasa dihargai," paparnya.


Mengenai hukuman, dia menyarankan agar diberikan perlakuan khusus sesuai UU Perlindungan Anak. Aspek rehabilitasi harus lebih diperhatikan ketimbang aspek hukuman.

Dia menyarankan sebagai salah satu bentuk hukumannya adalah pelaku harus mengunjungi sekolah dan komunitas remaja dan menjelaskan buruknya kelakuan seperti yang dia lakukan.

"Karena remaja biasanya mendengar remaja. Jadi apa yang mereka bicarakan akan bisa lebih didengar oleh remaja lainnya. Lalu harus ada semacam kompensasi dari orang tua pelaku kepada orang tua korban," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar