Shiokuda2.com Adalah Situs Bandar Togel Online Pilihan Terpercaya dan Teraman. Web Togel Online Pilihan, Terbaik, Teraman, Terpopuler, dan Terpercaya, Keluaran Nomor Togel Singapura, Hongkong, Sydney, Melbourne, Ukraine, Incheon, Sierraleone, Honduras, Parma. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pendaftaran Togel Online Terbaik, Teraman, Terpopuler, Terpercaya, Daftar Sekarang Di BO Shiokuda2.com Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda2.com Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.com Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.nilabakar.com(Versi PC) www.nilabakar.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Minggu, 24 Februari 2019

Erupsi, Gunung Merapi Keluarkan Wedus Gembel Sejauh 1,1 Kilometer

Erupsi, Gunung Merapi Keluarkan Wedus Gembel Sejauh 1,1 Kilometer
Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali meluncurkan awan panas (wedus gembel) dengan jarak luncur 1.100 meter atau 1,1 kilometer. Foto Gunung Merapi mengeluarkan awan panas beberapa waktu lalu/BPPTKG
YOGYAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali meluncurkan awan panas (wedus gembel) dengan jarak luncur 1.100 meter atau 1,1 kilometer, Senin siang (25/2/2019). Awan panas guguran terjadi pada pukul 11.24 WIB menuju arah tenggara atau hulu Kali Gendol. Durasi awan panas yang terjadi dengan waktu 110 detik.

"Karena cuaca berkabut awan panas tidak teramati. Namun jelas terjadi awan panas guguran," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida kepada SINDOnews, Senin (25/2/2019).

Dijelaskannya kendati Merapi menunjukkan aktivitas yang meningkat dan mulai sering mengeluarkan awan panas, namun belum merubah status Gunung tersebut.

BPPTKG masih menyatakan Merapi dengan status waspada atau level II. "Status belum berubah karena memang belum membahayakan warga di kawasan rawan bencana (KRB) III," ungkapnya.

BPPTKG mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi Merapi. Jika ada perubahan yang signifikan terjadi di Gunung Merapi, maka status akan ditinjau ulang.

"Kami berharap dengan lava pijar dan awan panas guguran, warga mewaspadai kemungkinan hujan abu yang sangat mungkin terjadi. Persiapan masker sangat penting untuk antisipasi," katanya.

Sedangkan laporan pengamatan guguran sejak pukul 00.00-06.00 WIB, terekam di data seismik terjadi 4 kali gempa guguran dengan durasi 23-75 detik.
(sms) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar