Shiokuda2.com Adalah Situs Bandar Togel Online Pilihan Terpercaya dan Teraman. Web Togel Online Pilihan, Terbaik, Teraman, Terpopuler, dan Terpercaya, Keluaran Nomor Togel Singapura, Hongkong, Sydney, Melbourne, Ukraine, Incheon, Sierraleone, Honduras, Parma. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pendaftaran Togel Online Terbaik, Teraman, Terpopuler, Terpercaya, Daftar Sekarang Di BO Shiokuda2.com Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda2.com Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian 5% Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.com Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.Saldokuda2.com(Versi PC) www.Saldokuda2.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.
ShioKuda 2

Agent Togel Dan Agent Casino Online Terpercaya Di Indonesia Saat Ini.

ShioKuda 2

Promo Hadiah Hiburan 4D dan 3D Acak

ShioKuda 2

Bonus Refferal Seumur Hidup

ShioKuda 2

Bonus Cashback Mingguan

ShioKuda 2

Bonus Additional Number SGP TOTO

ShioKuda 2

Live Casino IDN PLAY


Kamis, 22 Juli 2021

 


Angkakuda -- Total jumlah korban meninggal dalam kecelakaan 17 Kapal Motor Nelayan di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, kini menjadi 24 orang usai ada tambahan temuan dua jenazah.

Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi mengatakan dua jenazah kembali ditemukan dekat puing-puing kapal tenggelam, Rabu (21/7), dan telah dievakuasi menggunakan KN SAR Laksamana.Jenazah tersebut juga langsung dibawa ke Dermaga KSOP Pontianak untuk dilakukan identifikasi.

"Dua Jenazah dievakuasi oleh KN SAR Laksamana dan dibawa ke Dermaga KSOP Pontianak," kata Yopi dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7).Alhasil, Yopi mengatakan total korban meninggal yang berhasil dievakuasi terkait insiden tersebut menjadi 24 orang. Sementara, korban selamat total 83 orang dan masih dalam proses pencarian 31 orang.

Sebelumnya, 17 Kapal Nelayan tenggelam akibat cuaca buruk di wilayah perairan Pontianak. Akibatnya 138 Nelayan yang berada di kapal-kapal itu menjadi korban.TNI AL bersama Badan SAR terus berupaya melakukan pencarian terhadap nelayan yang hingga kini masin dinyatakan hilang. Upaya pencarian pun diperpanjang selama tiga hari hingga Jumat (23/7) besok.





Minggu, 11 Juli 2021

 



Waktu itu, aku berdiri sendirian di depan ekskalator, di lantai 2 Dieng Plaza Malang. Selama di situ, aku hanya bengong sambil melihat orang-orang lewat di depanku. Sampai tiba-tiba ada cewek menghampiriku sambil membawa barang belanjaannya.

Aku lihat kayaknya sedikit lebih tua dariku. Yah.. kutaksir sekitar 30-an deh. Tapi dia cantik sekali, cocok jadi bintang film. Apalagi dengan dandanannya yang natural dan rambutnya yang tergerai indah sedada berwarna merah kecoklatan.., cakep sekali deh! Bodinya seksi banget. Pake tanktop warna putih, yang kayaknya kekecilan buat dadanya sehingga terlihatlah putingnya di balik bajunya. Aku terpesona sekali melihatnya, tapi aku takut dia marah.

Tiba-tiba.. dia nepuk pundakku sambil bertanya, “Maaf mas, kalau ‘pasar ikan’ adanya dimana ya..?”

Aku berusaha menutupi kekagetanku dan berusaha menjawab sesantai mungkin,”Ahh.., Mbak ini becanda ya.. disini mana ada yang jual ikan mbak. Adanya ya di pasar besar..

“Oh, gitu ya Mas ya..” katanya sambil mikir.

Itulah awal pembicaraan kami rupanya dia tadi hanya memancingku aja, sampai akhirnya kenalan dan ngobrol North-South. Namanya Juliet, umur 31 tahun, rumah di Jl. Taman Wilis 1C Malang, mantan gadis sampul yang bersuami seorang pengusaha. Kebetulan suaminya lagi tugas 1 bulan ke Liverpool Inggris, jadi dia jalan-jalan sendirian. Belum punya anak, karena suaminya menderita impoten.

Setelah ngobrol selama 1 jam sambil makan di cafe. Lalu, aku diajaknya ke rumahnya. Dia mengendarai mobil mewahnya BMW Sport 1 pintu. Setelah sampai di rumahnya yang sangat besar. Padahal aku baru melihatnya dari depan saja.

Setelah di-klakson sama dia, seorang satpam membuka pintu pagar. Sebelumnya, Mbak Juliet sudah bilang, “Kalau ada pembantu saya, kamu bilang aja saudara dari suamiku, ya..?”

Sambil berakting layaknya bintang sinetron, Mbak Juliet memperkenalkan aku sebagai saudara suaminya pada pembantunya. Dan lalu menyuruhnya untuk masak-masak buat makan malam.

“Ayo masuk Son..? Duduk-duduk saja dulu sebentar di dalem.. ya.. Aku mau ganti baju dulu..” katanya setelah pembantunya pergi ke dapur

“Eee.. mbak.. kamar kecilnya dimana ya..?”tanyaku.

“Ayo deh, Mbak tunjukin..”katanya sambil menggandeng tanganku.

Sampai akhirnya tiba di kamar mandi.

“Tuh kamar mandinya di sana..” katanya sambil menunjuk ke pintu di ujung kamar.

Aku langsung ke sana, dan ketika mau menutup pintu, Mbak Juliet tiba-tiba menahan pintu dari luar kamar mandi sambil berkata dengan genit, “Jangan lama-lama ya Son..!” Terus ditutup deh pintunya sama dia.

Pas lagi pipis, mataku tiba-tiba tertuju pada sebuah benda panjang yang berada di balik botol-botol sabun.

Ketika kuambil.., ternyata penis plastik yang berwarna hitam..! Lalu..

Karena pintunya tidak kukunci, secara diam-diam Mbak Juliet masuk ke kamar mandi. Karena saat itu aku sedang kaget, tiba-tiba aku dipeluk dari belakang secara lembut. Tangan kiri Mbak Juliet meraih tanganku yang lagi memegang penis tiruan itu, sedangkan tangan kanannya meremas kontol-ku.

“Ini mainan aku Son, kalau lagi kesepian..” bisiknya tepat di telingaku.

Aku terdiam seperti patung, keringat mengucur dengan deras sekali..

“Tapi jauh lebih enak kalau pake yang asli Son..” desahnya.

Aku benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa ketika dia mulai menjilat leher sekitar telinga. Rasanya geli-geli enak dan aku benar-benar tersihir. Sambil terus menjilat dia berusaha membuka celanaku dari belakang.

“Hhh.., jangan Mbak..!” aku berusaha mengingatinya.

Tapi.. kenapa Son..? Hhhmm slurp.. slurp.., nggak suka ya..?” desisnya sambil tetap mencium dan menjilat leherku.

“Hhh.., Sony masih perjaka mbak..!” kataku.

“Ahh.. masak sih.. ayo dong.. ntar Mbak ajarin deh.. nikmat kok Son.. mau ya Son..?”katanya

“Tapi mmbakk.. hh..”teriakku.

“Ayo ikut ke kamar Mbak aja ya.. biar lebih enak..” katanya sambil menarik lenganku.

Dia menuntunku keluar kamar mandi sampai di pinggir ranjang, langsung memagut mulutku dengan ganas.

Lidahnya meliuk-liuk mencari-cari lidahku, sementara tangannya kembali berusaha membuka celanaku. Aku yang sudah pasrah dan bengong, mendekap tubuhnya yang sexy dan montok.

Setelah celanaku melorot, ciumannya beralih ke leher, ke dada, perut, dan akhirnya ke penisku. Dia mengurut penisku pelan-pelan, “Woowww.. enak banget rasanya.. ohh..?” desahku.

“Kamu tetap berdiri, ya Son.. jangan rebah..!” pintanya sambil tersenyum manis.

Aku mengangguk saja.

“Kontol kamu.. Sonn.. enak banget.. hhmm..!”

Tiba-tiba dia langsung menghisap penisku, bahkan mengocok-ngocok di mulutnya.

“Ohh..?” desahku keenakan

“Hhmm.. slurp.. slurp..! Aahh.. slurp.. slurp..!”

Kadang-kadang dia sengaja mengguncang-guncang penisku ke kiri ke kanan dengan mulutnya, sementara kedua tangannya mengelus-elus pantat dan bijiku




“Aahh.. jangan kenceng-kenceng dong, Mbak..!” kataku saat dia menghisap dengan bernafsu.

Dia hanya tersenyum, lalu meneruskan kegiatannya. Hisap.. lepas.. hisap.. lepas.., terus sampai akhirnya dia seperti kelelahan.

“Hmm.., kontol kamu enak banget Son..” katanya sambil menjilat bibirnya yang penuh lendir.

Kelihatan sekali dari sorot matanya yang liar kalau dia sudah sangat horny.

“Udah lama saya nggak ngisap kontol seenak ini, Son..”

“Mbak..”panggilku.

“Jangan panggil aku Mbak dong..” desisnya sambil mencium kepala kemaluanku,”Panggil Jull.. aahh.. aja ya.. sstt..” desahnya.

Kembali dia menjilat kemaluanku dengan lidah meliuk-liuk seperti lidah ular. Kali ini jilatannya naik ke atas, sambil tangannya membuka T-shirt-ku. Aku juga tidak mau kalah, ikutan membuka baju-nya. Dan ohh.. terlihatlah susunya yang besar itu.. kayaknya 36C. Ternyata dia tidak memakai BH. Jadi sekarang hanya sisa CD-nya aja.

“Ayo, hisap dong tetekku Son..” desahnya.

Aku tidak menunggu lama-lama lagi, langsung kulumat payudara yang bulat itu. Awalnya yang kiri, dan yang kanan kuremas-remas. Juliet mengerang dan menjatuhkan diri ke ranjang.

“Aahh.. sstt, ayyoohh.. sedot yang kuat.. Son.. hh.., hiissaapp.. putingnya oohh.. oohh..!” desahnya.

Aku dengan semangat menghisap sesuai perintahnya. Sesaat kugigit lembut putingnya.

“Aaahh.. ennakk..! Hhh.. sedot terus.. sstt.. yang.. kuathh.. aahh..!” jeritnya sambil menggelinjang.

Rupanya arus kenikmatan mulai menerpa Juliet. Tangan kananku mulai menjelajah memeknya yang masih tertutup CD. Wah, sudah basah rupanya..! Apalagi saat jari tengahku menyelinap di antara Labia majora, kerasa sekali beceknya.

Pinggulnya mulai naik turun, rupanya Juliet sadar ada benda asing yang menggesek kemaluannya. Apalagi saat jariku menyentuh klitorisnya, makin kencang goyangannya. Seakan berusaha agar jariku tetap di klitorisnya, tidak pindah kemana-mana. Terbukti saat tangannya memegang tanganku yang ada di kemaluannya,”Ya.. Say.. teruss.. oohh.. sstt.. gesek itilku.. oohh..!” erangnya.

Sekarang ciumanku sudah pindah ke lehernya yang jenjang dan harum mulus. Memeknya tetap dihibur dengan jariku, sementara tanganku yang lain membelai rambut indahnya.

“Udahh.. Son.. aku nggak tahan say.. sst..!” kata Juliet.

Lalu dia menelentangkan aku dan dia ada di atasku. Dia langsung menempatkan lubang kemaluannya tepat di depan wajahku dan secara perlahan dia buka CD-nya dengan membuka ikatan tali di sampingnya. Tercium semerbak wangi memeknya yang benar-benar membuatku terangsang. Tampak tetesan lendir di lubang memeknya.

“Hm.., wangi sekali Jul. Sony suka baunya..” kataku.

“Kamu suka bau memekku, Son..?” katanya manja.

“Ya Jul, dua-duanya say..”

“Kalo gitu, jilatin dong say memekku..!” katanya sambil menurunkan memeknya ke wajahku.

“Ayo jilat, Say..!” desahnya.

Kuhisap-hisap klitorisnya yang menyembul, kujilat memek dan anusnya. Dan semua yang ada di sekitar kemaluannya kujilat dan kuhisap.

“Jilaatt.. ohh.. terruusshh.. Son.. jillaatt.. itilnyaa.. itilnyaahh.. teerruusshh.. ohh..” desahnya.

Wajahku benar-benar dijadikan gosokan sama dia. Digosoknya terus memeknya di wajahku, kadang berputar-putar. Lalu, Juliet mengubah posisinya jadi di bawah, tapi tetap sambil kujilat memeknya. Dia menggeliat-geliat, kadang menyentak ke belakang saat klit-nya kuhisap atau kujilat. Kadang mengerang, menjerit, melolong, bahkan kadang kepalaku dijepit dengan kedua pahanya yang putih mulus itu.

“Ahh.. ohh.. oohh.. Jul mau keluaarr.. Sayyhh.. ohh.. ohh..”desahnya.

Saat dia menjerit-jerit cepat-cepat kuhentikan jilatanku dan cepat-cepat berdiri di samping ranjang.

“Jul.. kamu nggak pa-pa kan..”kataku bingung.

Tidak lama kemudian Juliet tersadar..

“Ahh..? Lho..? Koq.. Kenapa brenti sih Son..?” setengah menjerit, lalu celingukan mencariku.

Setelah melihatku ada di sampingnya sambil bengong, Juliet benar-benar geram

“Kamu.. bener-bener jahat Son..!”

Juliet memasukkan 2 jari kirinya ke memeknya.

“Sony.., kamu bener-bener jahat..!” jeritnya.

“Tapi, Jul kan tadi menjerit.. Sony jadi ketakutan..” kataku.

“Aduh.. kamu kok culun amat sih Son.. dasar perjaka.. tapi nggak pa-pa deh..”katanya.

Untung diluar masih hujan besar. Jadi jeritannya tertutup dengan suara hujan.

“Sini dong Son..!” pintanya manja.

Karena aku bengong terus lalu dia dengan meraung seperti macan dia melompat dari ranjang, berusaha menerkamku. Tapi gagal, karena aku berkelit karena ketakutan. Aku berusaha menghindar dari sergapannya yang dipenuhi hawa nafsu.

“Jahat..! Jahat..! Jahat..!” jeritnya sambil berusaha mengejarku.

Kami berdua seperti penjahat dengan korbannya yang lagi main kejar-kejaran.

Karena kelelahan aku berhasil ditangkapnya. Aku langsung duduk di kursi sofanya. Lalu, tanpa basa-basi lagi, Juliet langsung duduk berhadapan di pahaku. Bulu kemaluannya terasa lembut menyentuh pahaku, sedangkan batang kemaluanku merapat di perutnya.

“Mau lari kemana, Son..? Jahat..!” katanya sambil menggesek-gesekkan puting susunya ke putingku, rasanya nikmat sekali.

“Orang Jul lagi mau ‘keluar’ koq dikerjain.. hh..? Itu nggak boleh, Say..!” omelnya sambil menatap tajam.

“Ya Jul.. Sony salah..” kataku.

Lalu kupagut bibirnya yang basah itu. Langsung dibalas dengan ganas. Juliet memelukku dengan erat sambil menggesek naik turun kemaluannya ke kontolku. Kemudian dia menghentikan pagutannya, lalu tersenyum mengejekku.

“Kamu udah bikin Jul pusing, kamu harus Jul hukum..” katanya.

“Dihukum apa Jul..?” kataku penasaran.

“Hukumannya ini Son..” lalu Jul meraih kontolku dan langsung dimasukkan ke memeknya, “Ngentotin sampai aku puaass.. oohh..!”

Lalu, Juliet langsung menggenjot kontolku UP-DOWN.

Aduh, benar-benar nikmat nggak tahunya. Begitu ketat mencengkeram kontolku. Sementara itu, di depan wajahku terpampang payudara besar yang terguncang-guncang.

“Ahh.. oohh.., kontol kamu.. enak Son.. sstt.. ahh.. sst.. ahh..” desahnya sambil naik turun.

Aku tidak dapat menjawab, soalnya lagi asyik melumat teteknya. Tanganku mengelus-elus sekitar pantat semoknya sampai belakang memeknya, biar dia benar-benar puas.

“Ah.. ah.. terus Son..! Jangan berhenti Say..! Jul, suka ngentot sama kamu.. hh enak.. ohh.. ahh..!” jeritnya.

Kadang kusentak juga dari bawah, dan Juliet senang sekali kalau sudah begitu.

“Sentak lagi.. oohh.. Aaa..! Iya.. iya.. gitu.. lagi.. lagii.. oohh..!”

Lagi asyik-asyiknya dia menggenjot kontolku, tiba-tiba kuberdiri sambil membopongnya. Lalu aku jalan-jalan keliling kamar sambil tetap dia mengocok kontolku dengan memeknya yang luar biasa. Sebagai ganti sentakan yang dia suka, aku jalannya kadang seperti orang melompat. Kan jadi sama nyentaknya. Tapi itu tidak dapat lama-lama, karena badannya lumayan berat. Jadi aku balik ke ranjang.

“Kamu di bawah ya, Say..! Jul suka di atas.. ss..” desisnya manja.

“Ya.., buat Jul.. apa aja deh..!” kataku.

Tanpa banyak buang waktu, Juliet kembali melanjutkan goyangannya. Kadang goyangnya benar-benar maut, sampai menyentak kepalanya ke belakang. Atau kadang sambil meremas payudaranya, seperti di film-film Vivid. Atau dengan merebahkan kepalanya di dadaku. Sambil mengocok, seperti biasa dia suka sekali berkata kotor.

“Hhmm.., ohh.. yess.. memek.. ahh.. hhmm.. enak kan, Say..?”

“Enakk.. banget, Jul..” lenguhku.

“Seneng khaann.. Son..!”

“Ya, .. sseneng.. ohh..”

“Jul.. sukka.. kontol kamu.. Son.. oohh..” desahnya manja.”Sony juga suka memek Jul.. ohh..” desahku.

10 menit kemudian, aku merasa seperti akan pipis, karena kontolku sudah berdenyut. Rupanya Juliet juga begitu. Dinding memeknya mulai bergetar dan sudah basah sekali. Genjotannya pun sudah mulai mengganas, seperti saat dia menjerit tadi.

“Oohh.. Son.. Sony mau.. pipis..”

“Jul.. juga Son.. mau keluar.. tahan yah.. Son, kita barengan ya.. Son..!” desahnya.

Lalu, Juliet sudah semakin tegang, makin erat memelukku.

“Auh.. I’m comin’ Say.. ohh.. ahh.. ahh..!” jeritnya, makin lama makin keras.

Dan, “Teruss.., Son.. teruss.. aku.. ohh.. ahh.. Jul keluarr..”

Dia menjerit dan menghentak-hentak dengan ganasnya. Saat itu, otot memeknya betul-betul tegang dan memerah batang kontolku. Dia menyemprotkan banyak sekali cairan.. Lalu,

“Jul.. Sony mau pipis juga.. ohh..!”

“Pipiskan aja di dalam Son.. jangan dilepass.. Say.. aa..!”

“Crot.. crot.. crot..!” cairankuku muncrat di dalam memeknya.

Aku tidak dapat berkata apa-apa lagi, hanya bisa menerawang ke langit-langit. Menikmati orgasme. Masih ada beberapa hentakan lagi, sebelum akhirnya Juliet terkulai lemas di dadaku. Rambutnya yang indah itu menghampar bebas, langsung kubelai.

“Son.., makasih ya.., kamu telah memberi saluran yang selama ini belum pernah Jul rasakan” katanya sambil mencium bibirku dengan lembut.

“Terus gimana Jul.. tentang rencana selanjutnya..?”tanyaku.

“Entar aja deh, biar Jul pikir-pikir dulu, Son”katanya.

“Bila Jul benar-benar mau cerai ama Fadli. Sony mau jadi gantinya..”kataku.

“Ahh.. yang bener Son.. emang kamu masih mau ama aku.. cewek yang udah tua ini..?”katanya.

“Sony cinta ama Jul sejak pertama kita ketemu. Sony nggak memperdulikan usia Jul berapa yang penting Sony cinta ama Jul..”kataku sambil mengecup bibirnya.

“Ohh.. Son kau sungguh lelaki jantan dan bertanggung-jawab. Sebetulnya Jul juga suka ama kamu tapi khan aku sadar kalau usiaku udah diatas kamu. Tapi, kenyataannya kamu suka ama Jul. Jadi, Jul setuju aja.. tapi Sony sabar dulu ya.. Biar Jul selesaikan urusan dengan suami Jul.. ya manis..”katanya sambil mengecup bibirku lagi






Senin, 05 Juli 2021

 



Angkakuda -- Pelatih Luis Enrique mengharapkan tuah Stadion Wembley saat Italia vs Spanyol pada pertandingan semifinal Euro 2020 (Euro 2021), Rabu (7/7) dini hari waktu Indonesia.

Enrique kini hanya tinggal dua langkah menuju prestasi terbaiknya bersama timnas Spanyol. Untuk mencapai target tersebut, Enrique perlu melewati ujian Italia.

Dibandingkan dengan Azzurri, La Furia Roja tidak terlalu diunggulkan. Italia lebih dahulu menjadi tim yang mapan bersama Roberto Mancini.

Meski demikian, Enrique bisa mengandalkan tuah Stadion Wembley guna menyingkirkan Italia. Wembley adalah stadion saat Enrique meraih kemenangan perdana dalam debutnya bersama Spanyol.

Momen bersejarah itu terjadi pada September 2018, ketika Spanyol dijamu Inggris di UEFA Nations League.

Pada pertandingan pertamanya itu, Enrique mengantarkan Tim Matador menang tipis 2-1 atas Inggris di Wembley lewat gol Saul Niguez dan Rodrigo yang dibalas Marcus Rashford.


Selain pengalaman baik dalam laga debut, pelatih 51 tahun itu juga bisa berharap pada sejumlah pemain Spanyol yang bermain di Liga Inggris.

Dari 10 pemain Spanyol yang bermain di Inggris, lima di antaranya merasakan bermain di Wembley pada musim ini usai lolos ke semifinal piala domestik.

Hanya David de Gea, Adama Traore, Thiago Alcantara, Robert Sanchez, dan Diego Llorente yang belum merasakan rumput Wembley di musim ini.

Sementara itu, meski kalah dari Leicester City di Piala FA, namun Cesar Azpilicueta pernah merasakan gelar juara di Wembley bersama Chelsea, Piala FA 2018 dan Piala Liga Inggris 2015.

Stadion Wembley juga pernah memberikan keberuntungan bagi Thiago Alcantara. Pada 2007 adalah kali pertama Thiago mengenakan jersey Spanyol bersama tim U-16.

Pada 2018 lalu itu juga Thiago Alcantara menjalani debut di bawah Enrique dengan mengenakan nomor punggung 10.



Kamis, 17 Juni 2021

 


Angkakuda --  Bocah kecil yg teriak mohon susu tersebut yaitu sepupuku namanya Vero. Umurnya 5 th.. Mamanya anda sebut saja namanya mbak Vita. Mbak Vita ialah istri dari pamanku. Semestinya sich saya menyebutnya bibi namun karna sudah punya kelaziman dari kecil saya menyebutnya mbak. Lagian dia pun gak keberatan andai kupanggil dengan sebutan mbak.


Suami mba Vita atau pamanku bekerja diluar negeri cuma kembali satu tahun sekali. Mbak Vita bermukim dengan mertuanya yg tidak lain juga nenekku. Kebetulan saya pun tinggal dengan nenekku karna saya mengharapkan bersekolah di Jawa. Sedang ke-2 orang tuaku bermukim di Jakarta.


Saat tersebut umurku baru pun akan memijak 17 th.. Saya masih tetap sekolah SMA ruang belajar 3 yg sedang di kota Semarang. Hari tersebut kebetulan hari minggu jadi sekolahku libur. Pagi2 sekali nenekku sudah pergi ke pasar. Automatis yg di lokasi tinggal saya, mbak Vita serta anaknya. Nenek umumnya andai ke pasar tidak perbah sebentar.


Saya serta mbak Vita sangatlah dekat, kami berdua sama-sama terbuka. Tapi saya tidak sempat berani macem2 sama dia. Jika berfikir macen2 sich pasti sempat hehehe.


“Ma, mana susunya? ” celoteh Vero menagih susu yg dijanjikan mamanya.


“Iya ini…tiap hari minum susu saja gak tau apa andai susu mahal” jawab mbak Vita sembari menyodorkan sebotol susu pada Vero.


Memanglah Vero tiap-tiap bangun istirahat serta sebelumnya istirahat senantiasa mohon susu. Kebetulan pagi tersebut saya baru usai sarapan pagi serta hadir keisenganku untuk berkelakar pada mbak Vita.


“Aku juga hendak susu donk mbak” kataku sembari menyodorkan gelas kepadanya. Cerita Tanteku Yang Liar


“Ini kan susu bikin anak2…lagian kamu juga sudah gede mohon susu” balas mbak Vita.

“Emangnya andai telah gede gak dapat minum susu ya? ” tanyaku penasaran.. Cerita Tanteku Yang Liar

“Bukannya gak bisa, namun ini kan susu bikin anak2” tegasnya.

“Terus susu bikin anak dewasa mana donk mbak? ” tanyaku jajaki memancing mbak Vita.

“Ini” jawabnya singkat sembari menunjuk buah dadanya yg cukup montok itu.

Mendengar jawabnya jelas saja saya kaget, saya pun jadi malu karna tidak lazimnya dia berkelakar sampi segitunya.


Sesungguhnya sich saya pun tau andai dia sudah haus pun akan seks. Pikirkan saja sepanjang hampir satu tahun tidak berhubungan tubuh dengan suaminya, siapa yang tahan. Kebetulan kamarku terdapat di lantai 2 pas diatas kamar mandi, serta lantai 2 hanya berlantaikan papan jadi saya biasanya iseng mengintip mbak Vita mandi,Dari lubang tersebut serta saya saksikan Mbak Vita begitu seringkali memicu dianya di kamar mandi, umpamanya dengan meremas-remas toketnya sendiri serta mengelus-elus kemaluannya sendiri. Jadi dari tersebut saya ambil rangkuman bila dia biasanya terangsang.


“He…kog takjub jadi hendak minum susu gak? ” tanyanya membuyarkan lamunanku. Cerita Tanteku Yang Liar

“Emangnya masih tetap terbit mbak? kan Vero sudah 5 tahun” jawabku menetralkan kekagetanku

“Ga tau entar kamu cobalah sendiri saja deh…” jawabnya sembari melaluiku mengarah ke kamar mandi kemudian berbisik manja di telingaku, Cerita Tanteku Yang Liar

“Pinta kamar mandi gak mbak kunci”


Saat tersebut juga saya girang sekali, saya biasanya baca majalah porno serta kadang-kadang sempat pun lihat film porno dirumah rekanku. Saya biasanya berkhayal berhubungan tubuh dengan mbak Vita serta sepertinya sebentar sekali lagi bakal terwujud. Saya buka pintu kamar mandi perlahan-lahan serta kulihat mbak Vita tengah membelakangiku menggantung baju ganti yang pun akan dipakainya setelah usai mandi. Dengan perlahan-lahan pun saya tutup pintu kamar mandi serta menguncinya tanpa terdapat nada.


Mbak Vita mulai buka baju tidurnya tanpa ada mengembalikan badannya. Kelihatannya dia tidak sadar bila saya sudah ada didalam. Sesudah baju dicungkil lalu tanganku mengarah ke ke pengait BH-nya punya maksud membantu buka BH-nya. Dia kaget karna seketika ada orang di belakangnya namun sesudah ketahui bila yang di belakangnya yakni diriku dia tersenyum serta tidak mempedulikan saya meneruskan aktivitasku. Sesudah BH-nya terbuka, kemudian kulemparkan BH-nya ke tong lokasi baju kotor.


“Mbak, susunya dapat saya minum ketika ini? ” tagihku padanya.


Dia hanya mengangguk serta lalu mengembalikan tubuhnya. Terlihatlah olehku dua buah toket yang sampai sekarang belum pun sempat saya saksikan dengan segera. Terlebih dulu saya hanya mengintip. Lalu dia menyodorkan toketnya kepadaku serta secara cepat saya sambar dengan mulut serta lidahku. Dia hanya mendesis tidak terang. Lumayan lama saya mengisap serta menjilat ke-2 toketnya bikin dia tidak jarang kali menggelinjang sembari menjambak rambutku. Toketnya kanan kiri dengan bertukaran jadi korban keganasan mulut serta lidahku.


Mbak Vita kemudian dengan perlahan-lahan buka kaosku serta tanpa terdapat kusadari kaosku sudah lepas. Mungkin saja karna keenakan nikmati toket kenyal punya mbak Vita. Sesaat tanganku yang kiri mulai meraba-raba perutnya sedang yang kanan meremas-remas toketnya samping kanan. Lidahku tidak jarang kali mempermainkan putingnya samping kiri yang bikin nafas Mbak Vita tidak teratur.


Tanganku samping kiri mulai badung dengan menyelinapkan jari-jariku ke celana tidurnya yang belum pun di buka. Tangan Mbak Vita pun tidak hendak kalah, dia pun mulai mencari-cari sebuah hal di selangkanganku serta setelah menemukannya dia pijat dengan lembut. Kemaluanku yang rasakan terdapat rangsangan dari luar celana kian meronta mohon keluar. Mbak Vita yang sudah mempunyai pengalaman kemudian buka reitsleting celanaku serta kemudian melorotkannya ke bawah dengan menggunakan kakinya karna dia tidak dapat menunduk sebab toketnya ketika ini masih tetap terdapat dalam kekuasaanku.

Demikian celana dalamku sudah lepas, ketika ini tangannya lebih badung mulai mengocok perlahan-lahan batang kejantananku serta tersebut terang saja membuatku terbang tinggi, karena baru peluang ini batang kejantananku dipegang oleh tangan seseorang perempuan yang lembut.

Desahan mbak Vita semakin jadi ketika jilatanku turun ke perutnya serta bermain di sekitaran pusarnya serta kemudian dengan sekali tarik celana tidurnya pun lepas serta ketika ini di depanku berdiri seseorang perempuan cuma dengan celana dalam krem yang bila di simaklah lebih seksama dapat diliat transparan.

Jilatanku kian turun ke bawah mengarah ke ke kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu yang apik tetapi karna sudah basah terlihat berantakan. Saya mulai menjilati liang kemaluannya dari luar CD-nya. Itu berniat kulakukan agar dapat lebih merangsangnya. Serta nyatanya benar dia tidak sabar serta selekasnya turunkan CD-nya sendiri,Saya hanya tersenyum menyaksikan ketidaksabarannya tersebut serta jilatan kulanjutkan sekali lagi namun tetaplah belum pun menyentuh lubang kenikmatannya tersebut yang bikin dia blingsatan dengan menggerakkan pinggulnya ke kiri serta ke kanan yang memiliki tujuan agar jilatanku berlanjut ke liang kemaluannya. Tampak kemaluannya sudah banjir, karna tidak sempat rasakan cairan dari perempuan jadi jilatanku merambah ke liang kemaluannya. Rasa-rasanya asin namun dapat bikin nikmat.

Mbak Vita pulang mendesis keenakan,
“Sssthh…aaahhh…terus Rikooo…” desahnya.
Lidahkupun mulai bermain cepat. Selang sejumlah saat badan Mbak Vita mengejang serta dibarengi dengan desahan panjang.

“Ooooohhhh…nikmat sekali Rikoooo…aahhh…kamu benar-benar hebat…. ” rancunya mendampingi dianya mencapai klimaksnya. Lalu dia pun duduk di lantai kamar mandi dengan perlahan-lahan. Sesudah senang dengan kemaluannya, saya berpulang kepada atas serta berjuang untuk melumat bibirnya. 

Bibir yang dari barusan mendesis tidak karuan tersebut lalu melumat bibirku yang barusan sampai di depannya. Lama kami sama-sama melumat sembari tangan kananku memainkan puting susunya serta tangan yang satunya sekali lagi menggali lubang kewanitaannya serta menekan-nekan klitorisnya yang tentu saja bikin lumatan bibirnya kian jadi.

Sembari berpagutan tangan mbak Vita kembali menggali batang yang barusan pernah dilepasnya karna kesukaan yang dia rasakan. Sesudah ketemu, kemudian dia mulai mengocok kemaluanku yang sangatlah tegang serta jadi membesar sembari kadang-kadang menyeka sisi kepalanya yang sudah keluarkan cairan jernih kental.

Lalu dengan perlahan kudorong kepalanya ke belakang agar dia rebah ke lantai kamar mandi. Sesudah dia rebah, Mbak Vita mendorong dadaku lembut yang bikin saya terduduk serta dia kemudian bangkit kembali. Saya terperanjat, kukira dia telah sadar dengan siapa dia tengah bermain, namun dengan saat tersebut juga keterkejutanku hilang karena dia kemudian dengan sikap merangkak memegangi kelaminku serta kemudian dia memasukkan batang kontolku ke mulutnya.

Merasa paling nikmat karena Mbak Vita begitu pintar memainkan kemaluanku didalam mulutnya. Saya bisa rasakan lidahnya bermain dengan lincahnya. Saya pun rasakan kepala kemaluanku dipermainkan dengan lidahnya yang lincah itu. Sesudah bermain lama dibawah situ, mulutnya kemudian merambah ke atas menciumi perut, kemudian dadaku serta lalu berpulang kepada mulutku. Tetapi karna dia barusan melepas mulutnya dari kemaluanku, saya berupaya mengelak dari lumatan bibirnya serta coba agar dia tidak tersinggung dengan menghirup pipinya serta kemudian telinganya.

Tanganku kemudian mengusap-usap selangkangannya serta tersiar dia berbisik kepadaku,
“Masukan ketika ini yuk Riko, mbak sudah gak tahan sekali lagi nih”
Lalu kurebahkan pulang badan mbak Vita di lantai kamar mandi. Kuguyur dia dengan segayung air serta satu gayung sekali lagi guna disiramkan ke badan saya sendiri.

Sesudah kami berdua basah, tangan kananku kemudian meremas-remas toketnya sedang tangan kiriku memegang kejantananku mengarah ke ke lubang sejuta kesenangan. Mbak Vita pun telah siap terima terjanganku dengan buka ke-2 kakinya agar mempermudah batang kejantannanku masuk ke liang kewanitaannya.

Dengan perlahan-lahan tapi pasti saya berjuang untuk memasukkan kontolku yang dari barusan sudah tegak ke kemaluannya. Tetapi karna sudah lama dia tidak tersentuh lelaki, bikin kontolku agak susah untuk menancapkannya. Sekian kali kudorongkan batang kontolku, namun agak susah untuk berhasil, serta sesudah beberapa tusukan, pada kesudahannya kontolku masuk dengan sukses ke liang kewanitaannya. 

Cengkeraman liang kemaluannya benar-benar nikmat, karna waktu tersebut liang kemaluannya begitu sempit serta tersebut membuatku merem melek. Dengan pergerakan perlahan saya mulai menaik-turunkan pinggulku. Kulihat mbak Vita menggelinjang kesenangan sampai bola matanya hilang. serta dia pun meggerak-gerakkan pinggulnya ke kiri serta ke kanan dengan maksud agar semuanya ruangan di liang kemaluannya terjejali dengan kemaluanku yang sudah mulai memompa. Tiap-tiap pompaan bikin dia mendesah tidak karuan.



Sesudah beberapa menit, dia kemudian memelukku dengan erat serta mengembalikan badanku serta badannya. Saat ini dia sudah ada di atasku. Gantian dia yang menaik-turunkan pinggulnya menguber kesukaan yang tidak terdapat tara. Disamping tersebut tanganku yang sudah bebas pulang memainkan toketnya serta mengusap-usap punggungnya.
“Ooohhhh Rikoooo…. saya hendak keluuuaaarrr sayaaangg…” desahnya.

Mendengar desahannya yang demikian seksi membuatku kian terangsang serta saya mulai rasakan ada sebuah hal tenaga dalam yang mengharapkan di keluarkan serta semuanya kelihatannya sudah terkumpul di kejantananku.
“Aku juga hendak keluar mbaaakk…aahhh…” desahku percepat pergerakan pinggulku dari bawah.
“Kamu th. dahulu ya, supaya mbak dahulu yg keluaarrr…” erangnya.

Saya tahu tujuannya, suapaya saya tidak mengeluarkannya spermaku didalam memeknya, karena dengan argumen apa juga saya tidak hendak sperma yang saya menerbitkan ini jadi anak dari rahim bibiku sendiri. Saya berupaya guna menahan, tidak lama lantas merasa genggaman di kelaminku merasa powerful serta merasa hangat, badan Mbak Vita pulang mengejang

Bila saya tidak selekasnya menarik keluar kemaluanku dengan tidak banyak mendorong perut Mbak Vita, barangkali saja saya pun juga bakal alami orgasme berbarengan dengan Mbak Vita. Untung saja saya sigap, tidak lama lantas Mbak Vita terkulai lemas diatas badanku nikmati sisa-sisa kesenangan. Pahaku merasa hangat karna air maninya yang terbit dari liang kemaluan Mbak Vita

Kupeluk badannya serta mengembalikan badannya karna saya belum pun terpuaskan. Saya kembali memicu Mbak Vita dengan jilatan di sekitaran selangkangannya. Sesudah selama 3 – 4 menit Mbak Vita pulang terangsang serta menyuruhku guna memasukan sekali lagi batang kejantannanku ke liang kewanitaannya. Tanpa terdapat ba-bi-bu sekali lagi, segera saya tancapkan kedalam kemaluannya,Kesempatan ini lebih mudah karna kemaluan kami berdua memanglah telah licin. Sesudah memompa beberapa menit, saya pulang rasakan gelombang kesukaan serta dengan selekasnya saya mencabutnya serta mengocok-ngocoknya dengan tangan sendiri.

Tetapi tidak diduga, Mbak Vita lalu menciduk kemaluanku serta menukar tanganku dengan tangannya serta kemudian memasukkan kemaluanku kedalam mulutnya. SZungguh mengagumkan enaknya, terlebih permainan lidahnya membuatku tidak bisa bertahan lama serta pada kesudahannya semuanya spermaku kukeluarkan didalam kuluman mulutnya.
Dia seolah tidak hendak melepas kemaluanku yang tengah muntah serta dia mengisap berakhir semuanya muntahannya tanpa terdapat sisa.

Sesudah saya rasakan pelumas dari dalam badanku habis, batang kemaluanku pun perlahan pulang mengecil. Lihat urusan tersebut, Mbak Vita kemudian melepas batang kemaluanku, serta tersenyum kepadaku. Lalu dia berbisik,
“Riko terima kasih yah mbak senang sekali, mbak sudah lama gak ngentot dengan pamanmu, kelak andai ada ketika sekali lagi kamu maukan puasin mbak sekali lagi? ” ucapnya manja.

Dengan masih tetap terduduk di lantai saya mengangguk sembari tersenyum badung pada Mbak Vita. Lalu kami pun mandi dua-duanya sama, sama-sama bersihkan diri serta kadang-kadang tanganku bergerak badung menyentuh toketnya yang barusan pentilnya pernah mencuat.

Sesudah peristiwa kesatu itu, kami pun seringkali mengerjakannya di hari Minggu atau hari-hari cuti di mana situasi tempat bermukim tengah sepi. Terkadang di kamar mandi, terkadang di kamarnya.

Minggu, 13 Juni 2021

 


Angkakuda -- Gerai McDonald's (McD) di City Plaza (Ciplaz) Depok, Jawa Barat, ditutup sementara menyusul membeludaknya antrean pengemudi ojek online imbas pesanan BTS Meal pada Rabu (9/6/2021). "Untuk McD Depok sementara waktu ini kita tutup yang di Plaza Depok. Yang lain buka, tapi program (BTS Meal) mereka sudah ditutup, hanya melayani yang reguler," jelas Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok Taufik, ketika dihubungi Rabu petang. "Alasannya, pertama memang karena pelanggaran protokol kesehatan. Kita masih PPKM. Ini kan program (McD) pusat. Harusnya mereka yang di Depok Ini masing-masing memberitahukan, berkoordinasi kepada aparat penegak hukum setempat, supaya berjalannya bisa diatur ritmenya," ungkapnya.

Sebelumnya, di gerai ini, sempat terjadi kekisruhan. Penyebabnya, ketika sistem pesanan BTS Meal di aplikasi ojek online sudah nonaktif secara otomatis, ternyata ada kesalahan sistem yang menyebabkan pesanan BTS Meal di McD Ciplaz masih bisa masuk. Oleh karena itu, lanjut Taufik, petugas disiagakan di sini.

"Ada yang standby di sana untuk mengantisipasi, barangkali masih ada aplikasi yang belum ter-cancel, mereka (ojek online) meminta keterangan dan kejelasan, untuk antisipasi keributan mereka (petugas) ditempatkan di sana sementara waktu," ia menjelaskan. Taufik menambahkan, sesuai peraturan, McD Ciplaz Depok juga dikenai konsekuensi denda karena pelanggaran protokol kesehatan.

"Sesuai aturan mereka itu (akan dikenakan denda) Rp 5-10 juta, tapi nanti kita melihat situasi, mungkin yang kita ambil yang terkecil lah supaya mereka bisa setor ke bank dan mereka bisa berjalan lagi usahanya. Kan percepatan ekonomi juga lagi dibutuhkan," kata dia. "Sebelum mereka membayar denda kita tidak akan memperkenankan untuk buka dulu," kata Taufik. Sebagai informasi, perilisan menu BTS Meal membuat sebagian besar gerai McDonald's di Jakarta diserbu ojek online. Dari pantauan Kompas.com, antrean panjang para ojol mengular dari gerbang McDonald's di Mampang Prapatan.

Selain para ojek online, antrean juga terlihat begitu panjang untuk layanan drive-thru McD Mampang Prapatan. Para pengendara mobil dan motor yang berbaris juga mengharapkan bisa mencicipi menu spesial kolaborasi BTS dan McD itu.



Sabtu, 12 Juni 2021

 


Angkakuda -- Hasil pertandingan Denmark vs Finlandia di Euro 2020 berakhir dengan skor 0-1, Sabtu (12/6/2021) malam WIB.Gol semata wayang dari Finlandia dicetak oleh Joel Pohjanpalo pada menit ke-59.Sebagaimana diketahui, pertandingan Denmark vs Finlandia ini diwarnai dengan insiden yang menimpa Christian Eriksen

Christian Eriksen Eriksen tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri pada pengujung babak pertama yang sempat membuat laga Denmark vs Finlandia ditunda untuk sementara waktu.Syukurnya, Eriksen dinyatakan sadar dan saat ini dia masih dirawat di sebuah rumah sakit di Denmark

Kronologi Christian Eriksen Kolaps

Wajah sedih tampak menyelimuti pemain Denmark kala menghadapi Finlandia di Stadion Parken, Copenhagen dalam ajang Euro 2020, Minggu (13/6/2021) dini hari, Christian Eriksen tak sadarkan diri saat pertandingan.Laga Denmark vs Finlandia terhenti pada menit ke-43, Christian Eriksen tiba-tiba rubuh saat rekannya melakukan lemparan ke dalam.Akibat insiden ini, pertandingan Denmark vs Finladia Euro 2020 dari grup B ditangguhkan karena keadaan darurat medis, dalam laman resmi UEFA.


Pemain Inter Milan itu tiba-tiba rubuh ke tanah lapangan dan tim fisio bergegas untuk mendatangi Eriksen.Para pemain Denmark yang berada di sekitar Eriksen segera memanggil staf medis untuk masuk lapangan dan wasit meniup peluit untuk menghentikan permainan.Beberapa pemain Denmark tampak sedih dan bahkan ada dari mereka yang menangis, menggigit tangannya melihat keadaan Eriksen.

Staff medis tampaknya melakukan CPR terhadap Christian Eriksen.Semua pemain Denmark tampak putus asa, dan mengitari Eriksen yang dalam perawatan di lapangan.Begitu juga dengan fans Denmark yang datang ke stadion, mereka menagis dan berharap yang terbaik untuk Eriksen.


Istri Christian Eriksen yang nonton sempat turun ke lapangan untuk melihat keadaannya.Dia dihibur oleh kapten Denmark, Simon Kjaer dan Kasper Scheimeichel.Setelah mendapat perawatan medis, Christian Eriksen di bawa oleh petugas medis ke luar lapangan dengan ditutup tirai.

Para pemain dan seluruh yang berada di stadion tampak sedih, menangis, dan berdoa agar mantan pemain Tottenham itu kembali pulih.




Minggu, 06 Juni 2021

 


Angkakuda -- Pada hari siang itu seperti biasa udara di Jakarta sungguh panas sekali. Terlihat sebuah metromini kumuh angkutan antar kota khas kota jakarta yang masih menunggu para penumpangnya di depan sebuah gedung di daerah Jakarta utara. Terlihat sekali para penumpang yang sudah ada didalam metromini merasa bosan dan kesal kaerena kepanasan.

Namun harus bagaimana lagi, supir metromini yang mempunyai keluarga juga harus mencari penumpang lebih banyak agar cukup untuk menghidupi keluarganya dirumah. Tidak ada kata lain selain harus bersabar untuk para penumpang penumpang. Bebrapa waktu metrominipun dimasuki oleh seorang pria yang berpakain lumayan rapi yang nampaknya preman daerah situ.

Panggil saja namanya Feri, dengan wajah memerah dan nafsasnya yang berbau minuman kerasa, mulailah dia beraksi untuk meminta sumbangan pada para penumpang

 

Selamat siang bapak,ibu,mas,dan mbak, saya disini mau meminta sumbangan, saya tidak meminta uang lembaran, namun hanya meminta recehan saja, ” ucapnya dengan mulut yang berbau minuman. 

Setelah berkata seperti itu, Feri-pun segera mengambil sebuah plastic bekas bungkus permen lalu mulai berjalan menuju ke para penumpang dari belakang untuk menadahkan kantong plastiknya agar para penumpang memeberi uang recehan kepadanya. Memang sih preman itu tidak memaksa, terbukti para penumpang sebagian ada yang memberi da nada juga yang tidak.

Sampai pada akhirnya dia sampai ke tempat duduk seorang mahasiswi yang sedak asik bermain dengan smartphoneya, nampaknya mahasiwi itu tidak sadar kalau Feri sudah di depannya dan menadahkan tangan untuk meminta uang receh kepada mahasiwi itu,

“ Ehemmm… jangan maen handphone mulu, amal dong minta recehnya dong Mbak, !!!, ” ucapnya dengan nada santai sembari mencolek lengan mahasiswi itu.

Feri mencolek mahasiwi itu agar dia menyadari bahwa dia meminta recehan pada pada mahasiwi itu

 

 Apaan sih nyolek-nyolek segala, nggak ada nggak ada, gue nggak ada receh , ” kata mahasiswi itu denganb juteknya.

Panggil saja nama mahasiswi itu sebut saja Rissa. Rissa yang merasa risi dengan preman itu kemudian diapun bergegas berdiri lalu pindah duduk ke bangku depan dekat supir metomini. Melihat sikap Rissa yang seperti itu Feri-pun kesal, matanya melotot dan dalam hatinya berkata,

“ Sialan gue dicuekin sama anak bau kencur, awas lo nanti,”.

Feri yang begitu kesal saat dia sudah selesai meminta recehan kesemua penumpang dia tidak langsung turun dari metromini, Feri saat itu tetap didalam metromini namun dia duduk dibangku belakang. Beberapa saat metromini-pun berjalan, Rissa yang berada di bangku paling belakang terus mengawasi Rissa yang ada didepan, hal itu tida disadari oleh Rissa.

Metromini terus berjalan lagi, sampai pada akhirnya metromini pun berhenti didepan sebuah Mall untuk mencari penumpang lagi. Sebagian Penumpang-pun ada yang turun Di mall itu begitu pula Rissa. Melihat Rissa yang turun di Mall itu, dari kejauhan dia membuntuti Rissa tanpa sepengetahuan Rissa.

Dia terus membuntuti Rissa yang sedang berbelanja keluar-masuk beberapa outlet yang ada didalam Mall. Feri terus memperhatikan membuntuti Rissa dari kejauhan dengan rasa kesal dan penuh dendam. Sampai pada saatnya Rissa-pun menuju kesebuah toilet yang letaknya berada dipojok gedung, dan kebetulan saat itu suasana toilet sedang sepi sekali.

Melihat hal itu Feri pun mengikuti Rissa ke Toilet sembari berkata,

“ Mampus Loe, bakal gue perkosa lu didalem toilet itu, ” ucapnya pelan sembari membuntuti Rissa.

Nampaknya saat itu Rissa tidak sadar sedari tadi terus dibuntuti oleh Feri. Dengan penuh dendam Feri pun melihat sekeliling, apakah aman atau tidak. Setelah beberapa saat memeperhatikan, dia memastikan bahwa akan aman jika dia mencabuli Rissa di toilet nanti. Saat itu Rissa-pun segera masuk kedalam Toilet, setelah memastikan Di toilet itu tidak ada penjaga Feri pun menyusul Rissa. 

Bisa dibayangkan para pembaca, toilet Mall pasti hanya ada satu pintu masuk dan didalamnya ada beberapa toilet. Sebelum masuk kedalam toilet Feri melihat sebuah kursi yang ada didepan pintu masuk toilet. Melihat hal itu Feri pun membawa kursi itu masuk ke toilet dan menganjal pintu masuk dengan kursi dari dalam Toilet.

Dia melakukan hal itu dengan maksud agar tidak ada orang yang bisa masuk ketoilet selain mereka berdua. Feri kemudian bersembunyi kedalam kamar toilet yang kosong sembari menunggu Rissa selesai buang air kecil. Beberapa saat Feri menunggu, selang beberapa menit terdengar pintu toiet yang dimasuki Rissa terbuka,

“ Ceklek…., ” suara kancing pintu terbuka.

Mendengar hal itu Feri pun mulai mengintip dia dari dalam toilet dengan memanjat closet duduk. Saat itu dia melihat Rissa sudah keluar dan saaat itu dia melihat Rissa sedang merapikkan rok-nya di depan kaca yang dekat wastafel toilet,

“ Ini dia saatnya, mampus loe, bakal nangis darah loe hari ini, ” ucapnya dalam hati.

Melihat kesempatan itu, dengan cepatnya Feri keluar dari kamar toiletnya lalu berlari ke arah Rissa. Dari belakang dengan cepatnya Feri mengalungkan tanganya keleher Rissa, lalu Rissa dibanting hingga jatuh kelantai toilet. Rissa yang tidak mengetahui kehadiran Feri saat itu dia sungguh shock dan kesakitan karena di terbanting kelantai toilet.

Saat itu Rissa yang ketakutan mencoba berdiri, namun dengan gesitnyaFeri pun memukul perut dan tengkuk Rissa dengan kencangnya,

“ Bugggg… Bugggg…, ” suara pukulan Feri.

“ Aow.. Aduh… sakit bang… ampun Bang…. Aow…, ” ucapnya kesakitan karena pukulan Feri yang kuat itu.

“ Udah diem Loe, jangan banyak bacot, !!! awas kalau sampai loe teriak bakal gue bunuh loe disini, ” ucapnya mengancam Rissa.

“ Iya Bang, Ampun Bang, maafin saya Bang… Saya bakal kasih uang berapapun asalkan Abang melepaslkan saya, ” ucapnya ketakutan sembari terduduk dilantai dan memegangi perutnya yang kesakitan.

“ Arggghhhh… udah diem loe, gue nggak butuh duit loe, ” ucapnya dengan nada kesal dan penuh dendam. 

Bisa dibayangkan seorang wanita mungil, bertubuh sintal seperti Rissa dipukul oleh Feri yang tinggi dan badanya lumayan kekar, pasti dia tidak akan berkutik. Feri yang sudah dibutakan dengan rasa dendam dia lalu menariknya keluar kearah toilet wanita dan masuk kearah ke Toilet Pria. Setelah mereka berdua berada didalam toilet Pria, Feri -pun kembali mengganjal pintu.

Saat itu benar-benar sepi suasana toilet Mall itu, tanpa rasa Khawatir Feri segera-pun meminta Rissa untuk melepas seluruh pakaiannya,

“ Sekarang Loe lepas pakaian loe, asal loe nurut gue nggak bakal bunuh Loe, ” ucapnya mengancam.

Karena melihat suasana yang sepi itu Rissa berfikir hari itu tidak akan ada yang menolongnya, dia sungguh ketakutan luar biasa. Dalam hatinya berkata, kalau aku tidak menurutinya pasti dia akan benar-benar membunuhku. Lalu,

“ Iya bang…Huwww… , ” ucapnnya dengan menangis ketakutan.

Dengan terpaksa saat itu dia-pun segera meletakan tasnya lalu segera melepas semua pakaianya, hingga dia hanya memakai BH dan celana dalam saja. Feri namapnya tidak puas dengan Itu,

“ Woy itu BH sama Cd juga dilepas, ” ucapnya meminta agar Rissa telanjang bulat.

Tanpa bisa melawan dan berkata apa-pun Rissa-pun menuruti keinginan Feri dengan terus menangis tersendu-sendu. Ditengah Rissa sedang melepas BH dan celana dalamnya Feri mengeledah tas Rissa, tidak disangka ditas Rissa ada semacam kain panjang berwarna hitam. Karena menemukan itu Feri mempunyai ide untuk mengikat tangan Rissa,

“ Krekkkkkkkkkkkk…, ” suara kain yang terobek menjadi 2 bagian.

“ Nah gitu dong kalau nurut kan enak, ” ucapnya kegirangan.

Rissa saat itu hanya bisa diam dan menutupi payudara yang montok dan kewanitaannnya dengan kedua tanganya. Rasa kesal Feri yang menggebu gebu tadi, seketika berubah menjadi hawa nafsu setelah melihat keindahan tubuh Rissa,

“ Wah… montok banget yah buah dada Loe, enak tuh kalau dikenyot, hahahah… Apalagi memek loe itu, beuhhh pasti nikmat banget yah kalau gue masukin kontol gue ini, ” ucapnya girang penuh nafsu birahi.

“ Tolong bang jangan perkosa aku, aku masih perawan bang, hu…uuu…uu.., ” ucapnya memohon ampun sembari menangis. Deposit Via Pulsa

“ Ah banyak bacot Loe, awas kalau loe sampai ngelawan, gue bunuh Loe, ” ucapnya mengancam.

Mendengar ancaman Feri Rissa-pun sudah tidak berani melawan ataupun berkata sepatah kata-pun kepada Feri. Setelah itu Feri pun segera mengikat kedua tangan Rissa dengan kain yang dirobeknya. Kedua tangan Rissa dibentangkanya lalu diikatkan pada tempat kencing untuk laki-laki. Setelah diikat kedua tangnya, Feri-pun segera membuka resleting celananya,

“ Sekarang loe hisap nih kontol Gue, inget jangan sampai kena gigi Loe, ” ucapnya sembari memegang kejantanannya dan mengarahkan ke mulut Rissa.

Rissa yang hanya bisa pasrah saat itu hanya bisa menuruti saja. Posisi Rissa saat itu berada disela tempat kencing pria sembari jongkok dan tangan terikat. Dengan penuh rasa ragu Rissa membuka lebar-lebar mulutnya. Melihat ,ulut Rissa sudah Terbuka Feri pun segera memasukan kejantanan-nya kedalam Rissa,

“ Hisap pelan-pelan kontol Gue yah, nanti lama-lama loe juga mahir sendiri, ” ucapnya sembari memajumudurkan penisnya didalam mulut Rissa.

Dengan perlahan Rissa-pun mulai mengkulum penis Feri. Dikulumnya secara perlahan agar tidak terkena gigi-nya,

“ Oughhhh… nah gitu ngisepnya… jago juga ternyata Loe yah, Sssssshhh… Aghhhh…, ” ucap nikmat Feri.

Saat itu Rissa hanya bisa menangis saja sembari terus mengkulum penis Feri. Feri sering mendesah nikmat saat kejantananya dikulum oleh Rissa. Melihat payudara Rissa yang montok dan kencang Feri pun tidak mau menyia-nyiakanya. Dengan sedikit membungkuk dia mulai meremas remas payudara Rissa,

“ Eughhh… Ssshhhhh…, ” desah Rissa tertahan karena mulutnya dipenuhi kontol Feri.

 

 

 

Nampaknya Rissa juga merasa nikmat dengan remasan Feri pada payudaranya. Sembari terus memaju mundurkan penisnya didalam Mulut Rissa, Feri terus meremas dan sesekali dia memelintir putting Rissa,

“ Ughhhhh… Sssssshhhh… Eummm…, ” desah Rissa sembari terus mengkulum penis Feri.

“ Hha, nampaknya loe udah mulai nikmati permainan sex kita, bagus deh kalau gitu, ” ucapnya senang melihat Rissa yang mulai menikmati permainan sex mereka.

Tubuh Rissa mengelincang, dia mengerakan pinggangnya kekanan dan kekri sembari terus mengkulum. Merasakan rangsangan yang diberikan Feri Rissa-pun mulai menggila, tanpa harus dikomando lagi Rissa mengkulum penis Feri dengan lihaynya,

“ Oughhh… Ahhhh… enak banget kuluman loe, terus kulum kayak gtu… Aghhhh…, ” ucap Feri puas dengan sepongan Rissa yang mulai mahir.

Beberapa saat merekamelakukan hal seperti itu. Bosan dengan kuluman Rissa, Feri pun segera mencabut penisnya dari mulut Rissa. Kemudian dengan cepatnya dia berjongkok didepan Rissa. Jadi posisi mereka saat itu jongkok dan berhadap-hadapan. Melihat Memek Rissa yang meerah merekah dengan seidikit bulu kewanitaan, Feri pun memainkan jarinya pada bibir vagina Rissa,

“ Oughhhh… Bang… Ssssshhhh… Eughhhh…, ” desah Rissa.

Nampaknya Rissa mulai merasa nikmat dengan perlakuan cabul Feri, seakan dia lupa bahwa saat itu dia sedang diperkosa. Feri terus memainkan Vagina Rissa, dia memainkan klitoris Rissa hingga basah dengan lendir kawinya. Mengingat perkataan Rissa katanya dia masih perawan, dia-pun mulai mencoba memasukan jarinya keliang vagina Rissa,

“ Sluppppp… Aowww…. Sakit bang… Shhhhhhhhh…, ” ucap Rissa kesakitan.

“ Wah kamu benar-benar perawan yah, beruntung sekali aku dapet perawan seperti kamu…, ” ucapnya puas.

Setelah memasukan jarinya kedalam liang senggama Rissa Feri mencabut kenali jarinya. Dalam hatinya berkata, Rugi nih kalau keperawan cewek ini aku hilangkan dengan jariku. Lalu Feri pun segera melepas ikatan tali Rissa,

“ Sekarang kamu tiduran dilantai, tuh pakaian kamu buat alas, ” ucap Feri.

Tanpa menjawab Rissa-pun mengikuti permintaan Feri. Dia segera mengambil pakaiannya untuk alas dan segera merebahkan tubuhnya dilantai. Tanpa banyak berfikir Feri yang sudah bernafsu kemudian segera membuka celana beserta celana dalamnya, lalu dia membuka lebar-lebar paha Rissa kemudian memposisikan tubuhnya disela paha Rissa.

Rissa hanya menurut saja dengan kemauan Feri, entah dia sudah mulai menikmati atau dia menuruti karena ketakutan. Dengan penuh birahi Feri mulai mengesek-gesekan penis-nya pada bibir vagina Rissa yang sudah basah dan dia juga menciumi leher sampai berkahir pada payudara Rissa,

“ Oughhh…. Bang… Shhhhh… geli bang… Ahhhhh… Uhhhhh…, ” racau Rissa nampak menikmati perlakuan cabul Feri. 

Feri pun terus menjilati hampir semua tubuh Rissa. Mahasiwi mungil bertubuh pada itu meliak liukan tubuhnya karena kegelian dengan jilatan dan gesekan penis Feri pada kewanitaanya. 

Memek Rissa semakin basah saja dengan lendir kawinya, dan Feri pun semakin gila memberi rangsangan kepada Rissa.

Melihat Rissa yang sudah sangat terangsang, dan vagina-nya juga sudah penuh lendir kawin, maka saat itulah Feri mulai mencoba membenamkan kejantanannya,

“ Sleppp…. AOwwwwww…….. sakitttttttttttt….. sakit bang…Eughhhh, ” jerit Rissa pelan.

Saat itu yang masuk baru kepala penis Feri saja,

“ Sempit sekali yah memek kamu, memek perawan memang tidak ada duanya, ” ucapnya semabri mencabut penisnya lagi.

Feri mencoba mengeluarkan masukan penisnya dengan perlahan, terus menerus Rissa mencoba menjebol keperawanan Rissa. Rissa terus merintih kesakitan ditengah Rissa mencoba merenggut keperawanannya. Setelah beberapa kali mmencoba, dengan batang kejantanan yang kuat dan sudah ereksi maksimal Feri menusukan penisnya,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb…………. Eughhhhhhhhhhhh……. Sakit banggggg…. Aowwwwwwww….., ” jerit Rissa pelan sembari tangannya mencengkram kuat-kuat lengan Feri.

“ Oughhhh…. Akhirnya jebol juga keperawanan kamu, hahaha…, ” ucapnya puas sembari mendiamkan penisnya tertanam dalam-dalam di liang senggama Rissa.

Sejenak Rissa mendiamkan kejantanannya tertanam dalam di vagina Rissa. Feri sengaja memberi waktu sesaat kepada Rissa agar rasa sakitnya sedikit hilang. Setelah kira-kira 2 menit, Feri pun mulai mengenjot vagina Rissa dengan perlahan. Pelan-pelna namun pasti,

“ Oughhh… Huhhhh… Sakit bang, pelan-pelan bang… Aghhh…, ” ucap Rissa kesakitan.

Feri tidak berkata sepatah katapun, dia hanya terus memaju mundurkan penis-nya di dalam liang senggama Rissa. Seiring keluar masuknya kejantanan Rissa, penisnya berlumur darah perawan bercampur dengan lendir kawin mereka. Rissa dengan konstan terus menggenjot Vagina Rissa,

“ Oughhh… nikmat sekali memek kamu sayang… Aghhh…, ” ucapnya nikmat sembari terus menjajah memek Rissa dengan penisnya.

“ Eughhh.. Eummmm… pelan aja bang, memek aku nyeri rasanya… Oughhh…, ” desah Rissa masih merasa nyeri karena dia baru saja kehilangan keperawananya.

Sekitar 10 menit Feri menggenjot dengan perlahan. Nampanya Rissa sudah mulai tidak kesakitan lagi. Saat itu dia terus mendesah nikmat, bahkan dia menaik turunkan pinggangnya mengikuti irama tusukan penis Feri pada vaginanya,

“ Gimana enak kan ??? udah nggk sakit lagi kan… Oughhh…, ” ucap Feri kepada Rissa.

Saat itu Rissa hanya mengangguk saja, itu tanda Rissa sudah tidak kesakitan. Feri terus memaju mundurkan penisnya, ditengah hubungan sex mereka tiba-tiba saja tubuh Rissa bergetar, pahanya dirapatkan dan himpitan vaginaya diperkuat,

“ Ahhhhhhhhhhhh…. Aku pipis bang…. Aghhhhh…, ” ucapnya sembari memejamkan mata dan kepalanya mendongak keatas.

“ Dasar cupu Loe, itu namanya loe orgasme, hahahaha…, ” ucapnya tertawa puas sembari terus menggenjot vagina Rissa.

Melihat Rissa yag sudah Orgasme, Feri pun semakin bernafsu saja. Memek Rissa semakin basah dengan lendir kawinya. Feri yang saat itu teringat bahwa dia sedang memperkosa Rissa di toilet Mall, dia mulai merasa cemas, dan tanpa buang waktu lalu dia mempercepat genjotan penisnya pada Vagina Rissa.

Selang beberapa menit, Feri pun merasa dia akan segera klimaks. Makin dipercepat saja hentakan penisnya,

“ Plakkkk… Plakkkk… Plakkkk… Plakkkk…, ” suara hentakan penis Feri pada vagina Rissa.

Tidak lama kemudian tubuh Feri mulai mengejang, genjotan penisnya dihentikan, lalu dibenamkanlah dalam-dalam kejantanan-nya didalam liang senggama Rissa,

“ Ouhhhhhhhhhhhh…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. , ”

Akhirnya Feri mendapatkan klimaksnya. Liang senggam rissa terbanjiri dengan sperma Feri yang kental dan banyak sekali. Beberapa saat Feri mendiamkan kejantananya tertanam didalam vaguna Rissa. Setelah menikmati sisa-sisa orgasmenya Feri pun segera mencabut penisnya dari dalam vagina Rissa,

“ Syurrrrrrr…. Syurrrrrrr…., ”

Termuntahkanlah sperma yang bercampur darah segar keperawanan Rissa keluar dari kinag senggam Rissa yang merah merekah itu. Vagina Rissa saat itu terlihat merah sekali dengan berlumuran sperma dan darah keperawananya. Rissa terkapar lemas dilantai toilet itu. Karena Feri takut ada yang memergoki perbuatannya, maka dia segera bergegas memakai celananya kembali.

Sebelum dia mengancingkan celananya dia sempat mengelap penisnya dengan tissue yang ada di toilet itu. Setelah merasa dia sudah rapi, kemudian dia-pun mengintip suasana didepan pintu toilet. Setelah memastikan aman dengan cepatnya dia-pun kabur dan membiarkan Rissa terkapar lemas di dalam toilet Pria di Mall itu.

Sungguh nasib yang sial bagi Rissa pada hari itu. Rissa yang sejenak menghela nafas karena lemas setelah diperkosa, kemudian dia-pun segera merapikan diri. Dengan rasa perih pada vaginanya karena diperawani dia-pun keluar dari toilet Pria itu untuk segera pulang kerumahnhya. Benar-benar malang Mahasiwi mungil bertubuh sintal itu