Shiokuda2.com Adalah Situs Bandar Togel Online Pilihan Terpercaya dan Teraman. Web Togel Online Pilihan, Terbaik, Teraman, Terpopuler, dan Terpercaya, Keluaran Nomor Togel Singapura, Hongkong, Sydney, Melbourne, Ukraine, Incheon, Sierraleone, Honduras, Parma. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Pendaftaran Togel Online Terbaik, Teraman, Terpopuler, Terpercaya, Daftar Sekarang Di BO Shiokuda2.com Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda2.com Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.com Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.nilabakar.com(Versi PC) www.nilabakar.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Sabtu, 01 Februari 2020

Sayembara Bebaskan Buaya Dari Kalung Ban Di Palu Disorot Internasional


AngkaKuda- Buaya liar berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), makin populer. Kali ini eksistensi buaya tersebut jadi sorotan dunia internasional.
Buaya yang kerap berkeliaran di aliran Sungai Palu ini sudah jadi pemberitaan sejak 2016. Ada ban sepeda motor bekas yang melingkar di bagian leher buaya tersebut.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng pun menggelar sayembara untuk membebaskan buaya liar tersebut. BKSDA Sulteng siap memberi imbalan kepada pihak yang berhasil membantu. Sayembara ini digelar karena BKSDA Sulteng tak mempunyai cukup personel untuk menemukan buaya tersebut dengan menyisir sepanjang Sungai Palu.


"Sayembara ini dimaksudkan untuk mengeluarkan ban bekas yang terlilit di leher buaya," kata Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Hasmuni Hasmar dikutip Antara di Palu, Selasa (28/1).

"Jika ada masyarakat berhasil melepas ban bekas di leher buaya itu, kami akan berikan imbalan," kata Hasmar tanpa menyebut bentuk dan nilai imbalan yang akan diberikan.

Bukan ecek-ecek, kabar ini lalu diberitakan beberapa media internasional ternama. Laman standard.co.uk membuat berita sayembara ini dengan judul 'Pemerintah Indonesia tawarkan hadiah untuk menyelamatkan buaya yang lehernya tersangkut ban selama lebih dari tiga tahun'.

Sementara itu, laman The Telegraph membuat berita dengan judul 'Indonesia tawarkan hadiah uang tunai untuk lepas ban karet dari leher buaya'. Telegraph menyoroti buaya tersebut yang kesulitan bernapas dan bergerak karena 'kalung ban'.

Judul serupa dibuat laman Independent, yakni 'Hadiah ditawarkan untuk melepaskan ban dari leher buaya'. Bedanya, tak ada kata 'Indonesia' dalam judul yang dibuat Independent.

Sedangkan media asal Thailand, Bangkok Post, membuat berita dengan judul 'Indonesia tawarkan hadiah untuk bebaskan buaya dari ban'. Dijelaskan dalam artikel tersebut, hanya diperbolehkan orang yang punya kemampuan khusus yang boleh mengikuti sayembara ini

Sayembara ini juga diberitakan laman Daily Mail. Di laman berita yang berbasis di Inggris tersebut, dibuat berita dengan judul 'Buaya 13-kaki Indonesia terjebak ban sepeda motor di lehernya selama tiga TAHUN setelah upaya berulang kali untuk membebaskan reptil raksasa gagal'. Daily Mail juga membuat berita ini pada 2018.

CNN juga ikut memberitakan sayembara dengan membuat artikel berjudul 'Sebuah ban telah menempel di leher buaya ini selama bertahun-tahun. Sekarang ada hadiah untuk melepasnya'.

Tak hanya berita teks dan foto. Berita video juga ditampilkan salah satunya oleh media The South China Morning Post (SCMP). Video tersebut diunggah di akun Twitter SCMP dengan memberi keterangan 'Khawatir pada nyawa buaya, pejabat Indonesia tawarkan hadiah kepada siapa saja yang dapat melepas ban di lehernya'.


Diketahui, sayembara melepas ban dari leher buaya di Palu ini dikeluarkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola. Longki meminta BKSDA menggelar sayembara untuk membebaskan buaya itu dari lilitan ban bekas pada 2020 ini.

"Banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan BKSDA, salah satunya sampai hari ini buaya berkalung ban belum bisa tertangkap. Tahun ini harus bisa ditangkap supaya ban bekas yang terlilit di leher satwa itu bisa di lepas," kata Longki dikutip Antara di Palu, Selasa (28/1).