BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Sabtu, 02 November 2019

Kasus Gadis 16 Tahun Disiksa karena Dituduh Curi Cincin, 7 Pelaku Masih Miliki Hubungan Keluarga dengan Korban


Angkakuda - Kepolisian Resor Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menetapkan tujuh tersangka pelaku penyiksaan terhadap N, gadis berusia 16 tahun di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.
Tujuh orang tersebut, termasuk Kepala Desa Babulu Selatan berinisial PL, yang melakukan penganiayaan dengan cara memukul dan menggantung N menggunakan tali plastik.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Belu AKP Sepuh A I Siregar mengatakan, motif para tersangka melakukan penganiayaan terhadap N karena kesal dan malu ada keluarga yang mencuri.
Tujuh orang pelaku ini masih memiliki hubungan keluarga dengan korban N.Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Kronologi kejadian

Sepuh mengatakan, kejadian yang dialami N terjadi pada 17 Oktober, di mana ia dituduh mencuri incin milik warga bernama Aplonaris Bere.
Kemudian, tujuh tersangka yang masih memiliki hubungan keluarga dengan N membawa korban ke Posyandu Desa Babulu.
Setelah tiba di posyandu, tujuh tersangka melakukan kekerasan dengan cara memukul menggunakan tangan dan kayu, serta menendang, dan menggantung korban menggunakan seutas tali plastik.
Dijelaskan Sepuh, aksi penganiayaan pertama dilakukan oleh HK, yang memukul tubuh sebanyak dua kali menggunakan batang kayu damar.
Selanjutnya MH, dua kali menampar korban. Kemudian MU menampar lagi korban sebanyak satu kali.
"Kemudian pelaku DB menampar berulang kali di bagian wajah korban. Selanjutnya pelaku BB juga ikut menampar dan menendang korban," ungkap Sepuh, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (31/10/2019).
Kemudian, ER menjambak dan menarik rambut korban, sambil berteriak untuk segera menggantung korban.
Sementara itu, Kepala Desa PL mengambil seutas tali dan mengikat tangan serta menggantung korban.
"Sehari sebelumnya pada 16 Oktober 2019, korban dianiaya oleh MH selaku kepala dusun. MH memukul korban menggunakan sebatang kayu," ujarnya.
Baca juga: Kronologi Gadis 16 Tahun Disiksa Warga Desa karena Dituduh Mencuri, Digantung hingga Ditampar Berkali-kali

2. Tujuh pelaku penganiayaan N ditetapkan tersangka 

Sepuh mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan pihaknya menetapkan tujuh tersangka pelaku penyiksaan terhadap N.
Dari hasil pemeriksaan, sambungya, motifnya tujuh pelaku tega melakukan penganiayaan karena kesal dan malu punya keluarga pencuri,
"Motifnya, para pelaku kesal dan malu punya keluarga diduga melakukan aksi pencurian," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (30/10/2019).
Baca juga: Selain Digantung, Begini Kekejian Lain pada Gadis yang Dituding Curi Emas

3. Masih miliki hubungan keluarga

Masih dikatakan Sepuh, tujuh orang pelaku yang diamankan pihaknya ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan korban N.
"Di antara para pelaku, ada yang masih pangkat mama besar, kakek, sepupu dan paman," ujarnya.
Meski begitu, polisi masih terus melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap fakta lainnya.
Baca juga: Gadis 16 Tahun di NTT Diikat dan Dianiaya, Ini Motif Para Pelaku

4. Berhenti menganiaya setelah korban pura-pura mengaku

Sepuh mengatakan, korban N dianiaya para pelaku dengan cara dipukul dan menggantung gadis yang masih di bawah umur itu menggunakan tali plastik.
Tak hanya itu, para pelaku juga memukul korban menggunakan batang kayu damar.
Selain itu, lanjut Sepuh, korban juga ditendang oleh beberapa pelaku. Setelah puas menganiaya dan menggantung korban, para pelaku akhirnya melepas korban.
"Para pelaku berhenti menganiaya, karena korban terpaksa pura-pura mengaku kalau mencuri cincin," ungkapnya.
Saat ini, kata Sepuh, pihaknya masih terus mendalami kasus itu. Para pelaku pun telah mendekam di sel Mapolres Belu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar