BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Minggu, 10 November 2019

Geramnya Warga ke Pelaku Incest di Lampung: Astagfirullah, Hukum Mati Saja!


Angkakuda - Malang nian nasib AG (18). Penyandang disabilitas ini menjadi korban incest atau hubungan sedarah oleh ayah, kakak, dan adik kandungnya sendiri. Dia disetubuhi bergantian setiap hari. Warga setempat sangat marah terhadap ulah para pelaku.

Salah satu warga yang marah adalah Ketua Satgas Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat Pekon Panggungrejo, Tarseno (51). Bagaimana tidak, selama beberapa bulan belakangan, Tarseno dan timnya memberikan pendampingan terhadap AG.

Tarseno pulalah yang menjadi pelapor kasus ini di Polsek Sukoharjo pada Rabu (20/2) lalu.

Tarseno dan sembilan rekannya begitu memperhatikan AG karena mengalami keterbelakangan mental. Mereka lebih suka menyebut AG sebagai penyandang disabilitas karena secara fisik terlihat normal, tapi agak kurang baik dalam berkomunikasi. Lewat Satgas Perlindungan Anak ini, Tarseno dan rekan-rekannya berharap tumbuh kembang AG bisa lebih baik.

Tarseno begitu terpukul saat mengetahui AG jadi korban kekerasan seksual. Terlebih para pelakunya adalah ayah korban JM (44), kakak korban SA (24), dan adik korban YF (16). Ketiganya setiap hari menyetubuhi korban bergantian. Sehari masing-masing bisa lebih dari sekali. Perlakuan ini sudah berlangsung sejak 2018.

"Korban ini memang sangat tidak pantas diperlakukan seperti itu, karena dia benar-benar membutuhkan perhatian manusia. Tadi saya katakan anak ini mengalami keterbelakangan mental. Makanya sebenarnya anak ini membutuhkan bimbingan, kasih sayang, perlindungan, bukan malah sebaliknya," ucapnya.

Ditambahkan Tarseno, dia berharap para pelaku dihukum maksimal. Dia menilai kasus incest ini sudah merenggut masa depan korban. Para pelaku dia sebut pantas dihukum mati, khususnya ayah kandung korban. Menurutnya, warga desa setempat juga banyak yang marah atas kelakuan para tersangka.

"Astagfirullah Mas, saya pribadi benar-benar nggak ada ampun. Kalaupun punya kekuasaan untuk memvonis itu, hukumannya kebiri itu, syukur-syukur kalau bisa dihukum mati," ujar Tarseno.

"Ibarat binatang, ayam sah-sah saja melakukan persetubuhan dengan adiknya. Kambing pun begitu, makanya pantas disembelih. Begitu juga pelaku ini. Itu kan sudah seperti binatang. Makanya kalau menurut saya sah-sah saja kalau disembelih. Astaghfirullahal'adzim. Kalau saya punya kewenangan menghukum, saya hukum mati orang itu!" sambungnya.

JM, SA, dan YF ditangkap di rumah tanpa perlawanan, Kamis (21/2), sekitar pukul 21.00 WIB. Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa helai baju dan celana milik JM, SA, dan YF, serta korban. Para terduga pelaku lalu dibawa ke Polsek Sukoharjo untuk diperiksa. Lebih lanjut, kasus ini dan para tersangka dilimpahkan penanganannya ke Unit Perempuan PPA Satreskrim Polres Tanggamus.

   
Saat diperiksa JM, SA, dan YF mengakui perbuatannya. Polisi pun langsung menahan dan menetapkan ketiganya tersangka. Mereka dipersangkakan Pasal 76D Pasal 81 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 8 huruf a jo Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 285 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila mengatakan kasus ini masih terus didalami. Pada Senin (25/2), kejiwaan para tersangka diperiksa.

"Ini lagi coba kita dalami lagi karena bapaknya tahu anak-anaknya itu menyetubuhi anak kandungnya, tapi dibiarkan saja. Saling tahu, tapi dibiarkan. Waktu itu adiknya yang bungsu ini melihat kalau saudara perempuannya ditiduri bapaknya, dibiarin. Jadi saling tahu mereka ini," ujar Ipda Dona saat berbincang dengan Angkakuda lewat telepon.

Menurut Ipda Dona, secara visual tidak ada keanehan dari tersangka JM dan SA. Namun tersangka YF ini memang agak berbeda karena terlihat santai saat diperiksa. Saat ditanya, tidak ada penyesalan terlontar dari mulutnya setelah berulang kali meniduri kakak kandungnya sendiri.

"Memang yang nyeleneh dikit ini yang bungsu, yang kecil. Dia sempat meniduri kambing dan sapi milik tetangga. Kenapa kita bilang agak kelainan karena tidak ada rasa penyesalan. Hanya senyum cengengesan, nggak ada muka menyesal atau merasa malu, merasa berdosa, santai saja," ucapnya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar