BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Minggu, 03 November 2019

Bersuara Terlalu Keras Saat Berhubungan Seks, Pasangan asal Jerman Diusir dari Kapal Pesiar


Angkakuda - Pasangan turis asal Jerman dilaporkan diusir dari kapal pesiar setelah diduga "bersuara terlalu keras saat berhubungan seks".
Keduanya diminta oleh kru untuk turun di Barbados ketika baru sehari menginjakkan kaki dalam agenda selama dua pekan ke Kepulauan Karibia.
Pasangan Jerman bernama Renate F dan suaminya, Volker, itu dilaporkan membiarkan pintu balkonnya terbuka ketika berhubungan seks.
Dilaporkan dari Angkakuda Sabtu (2/11/2019), mereka berniat menuntut perusahaan kapal pesiar karena dibiarkan "terdampar".
Renate dan Volker mengungkapkan, awalnya mereka memesan paket liburan bersama Mein Schiff 5, yang memulai pelayaran sejak 1 April lalu.
Ketika kapal itu tengah berlabuh di Barbados, keduanya mengakui mengeluarkan suara terlampau keras saat berhubungan seks, namun lupa menutup pintu balkon.
Setelah itu, Renate menuturkan dia dan suaminya sempat bertengkar selepas bercinta. Tetapi dia mengklaim tidak ada kerusakan.
Volker tengah mandi dan Renate sedang merokok di balkon ketika manajer, didampingi keamanan, datang dan memberi tahu kapten menyuruh mereka keluar.
Setelah diusir dan diturunkan di Barbados, keduanya mengaku terdampar, dan harus membayar banyak uang untuk membeli tiket pesawat ke Paris, Perancis, sebelum pulang ke Jerman.
Pasangan itu lalu mengambil jalur hukum dan menuntut perusahaan wisata untuk membayar ganti rugi, termasuk kompensasi "rasa sakit" dan uang mereka dikembalikan.
TUI selaku operator kemudian memberikan tanggapan. "Karena insiden keamanan, kami menggunakan hak kami agar tamu meninggalkan kapal."
Perusahaan mengaku sudah berkorespondensi dengan Renate untuk menjelaskan terkait kebijakan mereka, utamanya soal ganti rugi.
Dalam kebijakan mereka, penumpang yang membuat keributan maupun membahayakan penumpang lain bisa diusir tanpa mendapat pengembalian uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar