BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Jumat, 25 Oktober 2019

Pria 54 Tahun Dapat Izin Istri untuk Mencabuli Putri Tiri ketika Masih Umur 16 hingga 18 Tahun


Angkakuda - Pria 54 Tahun Dapat Izin Istri untuk Mencabuli Putri Tiri ketika Masih Umur 16 hingga 18 Tahun

Seorang ayah di Jambi tega memerkosa anak tirinya selama dua tahun terakhir dan janjikan akan nikahi korban. 

Dilansir Angkakuda Jumat (7/9/2019), pelaku berinisial JP (54) diketahui melakukan aksi bejatnya sejak anak tirinya berusia 16 tahun hingga 18 tahun.

Pelaku juga sempat meminta izin akan menikahi anak tirinya kepada istrinya yang merupakan ibu kandung korban. 
"Aku sudah janji sama korban ingin nikahi dia (anak tiri)," jelas pelaku. 

Selama ini pelaku melakukan aksi bejatnya itu di rumahnya, ia juga tidak peduli apa ada ibu korban atau tidak.
Perbuatan itu terakhir kali dilakukan oleh tersangka pada pukul 17.30 WIB, Rabu (5/9/2019) lalu.

Kasubdit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kompol Yuyan Priatmaja mengatakan bahwa aksi pelaku telah dilakukan sejak tahun 2017.

Yuyan mengatakan pada awalnya pelaku mengiming-imingi korban dengan uang senilai Rp 300 ribu.
“Mulanya korban tidak mau (diajak berhubungan badan) walaupun diberikan uang. Tapi pelaku kembali membujuk korban dengan berjanji akan mengobati pamannya yang sedang sakit," ujar Yuyan pada Jumat (6/7/2019).

Pada saat itu paman korban sedang membutuhkan biaya untuk perawatan patah tulang punggung.

Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh tersangka yang mengetahui bahwa keluarga paman korban sedang mengalami kesulitan biaya.

"Pelaku sempat meminta izin kepada ibu korban untuk menyetubuhi anaknya, dan pelaku juga mengatakan akan memberikan uang Rp 300 kepada korban," jelas Yuyan.
Tidak disangka-sangka, ibu korban ternyata mengizinkan tersangka menyetubuhi anaknya.



Walaupun begitu korban tetap menolak permintaan tersangka.
"Tak kehabisan akal, akhirnya pelaku meminta izin kepada tante korban, suami paman korban yang sedang sakit itu," ujar Yuyan.

"Akhirnya setelah dijanjikan uang untuk mengobati paman yang sedang sakit itu, korban mau menuruti ajakan itu," jelasnya.

Diketahui bahwa korban menuruti permintaan tersangka karena terpaksa.
Yuyan mengatakan keterpaksaan itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan dokter pada bagian alat vital korban.
"Terjadi sobekan dua kali dan sobekan tidak beraturan, maka diduga pelaku juga memaksa korban berhubungan badan," jelas Yuyan.

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku dan istrinya sekaligus ibu kandung korban diduga bekerjasama dalam memuluskan tindakan bejat itu, dikutip dari TribunJambi.com.


Yuyan mengatakan dari pengakuan tersangka kepada polisi, pelaku juga pernah melakukan hubungan badan menyimpang dengan istri dan anak tirinya.

"Latar belakang keluarga ini memang tidak pernah bersekolah. Kami melakukan pemeriksaan secara perlahan," kata Yuyan.

"Nantinya ibu korban juga akan kita panggil. Jika memang benar, ibu korban juga akan kita kenakan hukuman," lanjutnya.

Pelaku ditangkap di rumahnya yang berada di Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barahjo, Jambi.
"Kita amankan pelaku di kediamannya di Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo. Pelaku melakukan aksinya di rumah tersebut," jelas Yuyan.

Yuyan menambahkan bahwa saat ini sudah berkoordinasi dengan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) untuk memberikan bimbingan pisikologi terhadap korban.
Atas perbuatan itu, tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak yakni Pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2004 sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 32 Tahun 2012.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar