BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Selasa, 08 Oktober 2019

Aset Rp 500 Miliar Disita KPK, Wawan Adik Ratu Atut Segera Disidang




AngkaKuda- KPK merampungkan berkas perkara Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan tersangka kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) Pemkot Tangerang Selatan dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Adik Ratu Atut Chosiyah itu segera menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"KPK telah menyelesaikan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka TCW (Tubagus Chaeri Wardana) swasta hari ini," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).

Dalam perkara ini, KPK menyita aset Wawan sekitar Rp 500 miliar. KPK menduga uang yang digunakan Wawan melakukan TPPU berasal dari sejumlah pihak sepanjang 2006-2013.

"Sampai saat ini, KPK menyita sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp 500 miliar. Diduga TCW melalui perusahaannya telah mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek dari pemerintah Provinsi Banten dan beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Banten dengan total nilai kontrak kurang lebih sebesar Rp 6 triliun," jelas Febri.

Ketiga perkara yang menjerat Wawan adalah pengadaan alat kesehatan kedokteran umum puskesmas Kota Tangerang Selatan TA 2012, pengadaan sarana dan prasanara kesehatan di lingkungan Pemprov Banten Tahun 2011-2013, dan tindak pidana pencucian uang.

Sementara itu, pengacara Wawan, Tubagus Sukatma mengatakan kliennya akan bersikap koperatif untuk menuntaskan perkara ini. Menurutnya Wawan ingin perkara segera selesai.

"Kami menunggu saja, dan kami akan kooperatif mengikuti proses persidangan, karena ini emang waktu-waktu yang ditunggu Pak Wawan sendiri, dia ingin cepat selesai perkaranya. Sudah sampai hampir 6 tahun perkara ini belum ada kepastian, Alhamdulillah hari ini sudah dinyatakan lengkap dan siap di sidang," ujar Sukatma dihubungi terpisah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar