BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Minggu, 22 September 2019

Kerusuhan Pecah di Kota Wamena, Aparat TNI Polri Coba Pukul Mundur Massa


Angkakuda - Aksi demonstrasi pelajar SMA dan warga di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019) berujung rusuh.Kerusuhan terjadi setelah demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN dan beberapa pertokoan milik masyarakat. (Baca :Wamena Papua Rusuh, Massa Bakar Kantor Bupati dan Perkantoran Lainnya)
Hingga saat ini ratusan aparat kepolisian dan TNI berusaha memukul mundur para demonstran, namun para demonstran tetap bertahan dan kian bertindak anarkistis. Suara tembakan masih terdengar di mana-mana.
Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.
"Ada seorang oknum guru pada SMA PGRI Wamena, pada 21 September 2019 kemarin, mengeluarkan kata-kata rasis ke siswanya," ungkap seorang pelajar di Wamena yang enggan diberitakan namanya.
Hal itu membuat siswa marah hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena.
"Sampai saat ini, Wamena masih dikuasai pelajar yang bergabung dengan warga yang berunjuk rasa," kata dia.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto saat dihubungi Angkakuda membenarkan adanya aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis.
"Saat ini aparat jajaran Kodam Cenderawasih masih memantau perkembangan yang ada di lapangan," kata Kapendam saat dihubungi Angkakuda via ponselnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar