BO Shiokuda2 Adalah Agent Togel Online Dan Casino Online Aman Dan Terpercaya. Pelayanan DEPOSIT Dan WITHDRAW Yang Sangat Aman Dan Terpercaya. Yuk Segera GABUNG DAFTARKAN Diri Anda Di Agent Togel Online Dan Casino Online Hanya Di BO Shiokuda2 Dan Nikmati New Promo!! Jam Tutup Pasaran Hongkong Sekarang Di Shiokuda-2 Jam 22:30 Wib Berlaku Untuk Seterusnya | Bonus Deposit Harian Rp 3.000.- Jika Deposit Di Atas Rp 100.000.- | Dapatkan Bonus Add Number Di Pasaran Singapore Toto 2D x80 3D x500 4D x3300 | Untuk member Shiokuda2.COM Yang Kesulitan LOGIN Bisa Menggunakan Link Alternatif Kami Di www.ladambesi.com(Versi PC) www.ladambesi.com/wap (Versi HP) | Nikmati Kenyamanan Dan Keamanan Di BO Terpercaya Shiokuda2.com | Proses Deposit SUPER CEPAT Dan WD DI BAYAR LUNAS.

Rabu, 21 Agustus 2019

Aksi Massa Ribuan Warga di Depan Kantor DPRD Nabire Papua Ricuh

Aksi Massa Ribuan Warga di Depan Kantor DPRD Nabire Papua Ricuh

Angkakuda- Aksi masssa berupa unjuk rasa warga menolak perlakuan rasisme kembali berlanjut di bumi Papua. Ribuan warga Nabire turun ke jalan dan sempat ricuh, Kamis pagi (22/8/2019).

Ribuan warga Nabire yang berasal dari pegunungan dan pantai datang dan berkumpul di depan kantor DPRD Kabupaten Nabire.

Mereka datang berombongan ke Distrik Nabire dengan membawa berbagai spanduk dan bendera Bintang Kejora.

Massa yang berkumpul di depan Kantor DPRD ditemui tokoh adat, tokoh agama, pejabat pemerintah Kabupaten Nabire, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pantauan Angkakuda, aksi massa sempat terjadi kericuhan berupa saling lempar batu antara pengunjuk rasa dengan petugas yang mengamankan jalannya demonstrasi.

Baku lempar batu ini mengakibatkan kaca bagian depan Gedung DPRD Kabupaten Nabire pecah dan mengalami kerusakan. Petugas berusaha meredam dengan gas air mata.

Kericuhan ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Beberapa saat kemudian, aparat gabungan berhasil mengendalikan situasi sehingga kericuhan dan aksi lempar batu tidak semakin meluas.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.30 WIT perwakilan massa mulai menyampaikan orasi di depan kantor DPRD Kabupaten Nabire dengan mendapat penjagaan dari petugas gabungan.

Petugas gabungan yang dikerahkan sebanyak 650 personel dari Polri dan TNI, serta dibantu personel dari Polda Papua. Kapendam XVII Cendrawasih Letkol CPL Eko Daryanto menyatakan situasi masih terkendali. "Itu demontrasi biasa," katanya.

Hingga Kamis (22/8/2019) siang, jaringan internet di Papua dilaporkan masih sulit diakses karena dibatasi. Komunikasi terbatas hanya bisa dilakukan via sambungan telepon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar